Viral Diduga Pakai Dana LKPP Sebesar Rp 100 Miliar untuk Sewa Buzzer, TNI AL Beri Klarifikasi Begini
JAKARTA, REQnews - Publik tiba-tiba dihebohkan dengan viralnya dugaan pihak TNI Angkatan Laut (TNI AL) melakukan pengadaan anggaran aplikasi Information Response System bernilai Rp 100 miliar.
Menurut informasi yang beredar, pengadaan anggaran tersebut diduga digunakan untuk buzzer.
Dalam unggahan di akun X, terlihat tangkapan layar di website Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa (LKPP). Dalam tangkapan layar itu, tertera nama paket adalah pengadaan aplikasi Information Response System.
Disebutkan dalam paket tersebut bahwa Dispenal sudah saatnya menerapkan sistem respons tersebut dengan membangun sistem khusus. Tujuannya, adalah untuk mengurangi kemunculan opini negatif.
"Dengan menyebarkan informasi positif melalui keterlibatan key opinion leader guna menggiring opini masyarakat ke arah opini yang positif dan kondusif," demikian uraian tersebut. ".... metode seperti ini juga dikenal dengan sebutan buzzer," demikian keterangan yang tertulis, dikutip Sabtu, 11 Januari 2025.
Namun, setelah ditelusuri di website Sirup LKPP, keterangan dan spesifikasi pekerjaan itu sudah berubah.
TNI AL mengklarifikasi bahwa terdapat kesalahan pada deskripsi pekerjaan yang menyebutkan aplikasi tersebut adalah buzzer.
TNI AL menjelaskan bahwa aplikasi yang dibangun adalah sebuah aplikasi pengamanan informasi yang sangat dibutuhkan di dalam menjaga integritas Informasi yang akan dipublikasi.
Dengan aplikasi tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan perlindungan data sensitif dengan menjaga integritas informasi dan mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak berwenang, serta pendeteksian penyalahgunaan informasi terkait TNI AL di media sosial.
"Pembangunan aplikasi tersebut tentunya membutuhkan infrastruktur perangkat keras, perangkat lunak serta layanan data pendukung lainnya," demikian keterangan pihak TNI AL.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.