Viral Curhat Pilu Cewek Alami Patah Tulang Gegara Main Wahana Waterboom di Jogja, Minta Tanggung Jawab Pengelola Tapi Tak Digubris
JAKARTA, REQnews - Nasib nahas dialami seorang perempuan muda di Yogyakarta. Ia harus mengalami insiden mengerikan hingga berujung alami cedera parah saat tengah liburan di salah satu wahana waterboom di Jogja.
Ia pun menceritakan kisah pilunya dalam unggahan di media social hingga akhirnya viral. Melansir dari Instagram @kabarjogjaterkini pada Jumat, 25 April 2025, ada 10 unggahan slide berisi curhatan korban soal pengalaman pahitnya berlibur Bersama keluarga di waterboom terbesar di Yogyakarta.
"Aku niat banget ngajak keluarga liburan," tulisnya. Tak hanya keluarga, perempuan tersebut juga mengajak seorang teman laki-laki agar suasana makin seru.
Semua wahana dijajal, termasuk Volcano Coaster yang menurutnya "bikin nagih". Namun, saat mencoba wahana tersebut untuk keempat kalinya, kecelakaan mengerikan terjadi.
Debit air tiba-tiba meningkat drastis. Ban pelampung yang mereka gunakan oleng dan terlepas. Temannya dan sang adik terpental lebih dulu, meluncur tanpa pelampung. Sementara ia sendiri masih di atas ban, tapi tak lama kemudian ikut terlempar ke sana ke mari.
"Kepalaku kebentur-bentur, bahuku sakit banget," jelasnya.
Cewek itu kemudian jatuh dengan kepala dan bahu mendarat lebih dulu. Usai jatuh, tangan kirinya seketika tak bisa digerakkan lagi.
Ia pun dievakuasi ke rumah sakit. Hasil rontgen menunjukkan bahwa korban mengalami patah tulang di 3 titik dan satu titik mengalami dislokasi serius.
Korban pun merasakan kesakitan luar biasa bahkan sampai sulit bernapas. Orangtua korban sangat terpukul atas kejadian yang menimpa sang anak.
Perempuan itu pun diharuskan menjalani operasi besar. Namun, pihak waterboom hanya bersedia menanggung biaya rawat inap. Itu pun dengan syarat keluarga korban harus menandatangani surat perjanjian: tak boleh memviralkan kejadian ini.
"Tapi rawat jalan, kontrol, dan perawatan luka, kami harus bayar sendiri," tulisnya.
Ayah korban akhirnya terpaksa menyetujui perjanjian tersebut demi keselamatan sang anak.
Pasca operasi, korban berusaha menggunakan BPJS Kesehatan untuk pengobatan setelah membayar tunggakan lebih dari dua juta rupiah. Namun, klaim BPJS ditolak karena kecelakaan terjadi di tempat wisata. Akhirnya, ia harus berutang untuk biaya kontrol dan perawatan luka.
Korban mengaku sudah berupaya kembali menghubungi pihak waterboom, tapi tak kunjung mendapat respons serius.
Yang mengejutkan, ia mendapat kabar jika ada korban lain yang juga mengalami kecelakaan serupa dengannya akibat bermain di wahana waterboom tersebut.
"Aku cuma minta pihak waterboom punya hati," ujarnya.
Korban pun mengatakan, akibat kecelakaan tersebut kini ia harus memikul beban hidup lebih berat, rasa sakit, dan trauma.
"Tuhan masih kasih aku hidup… Tapi tolong banget, pikir dua kali sebelum main ke waterboom itu," tutup korban.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
