Viral! Begini Kronologi Influencer Nicky Clara yang Dideportasi dari Tibet, Ternyata Alasannya Bikin Geleng Kepala
JAKARTA, REQnews - Seorang influencer dan womenpreneur, Nicky Clara mengalami kejadian yang kurang menyenangkan saat melakukan perjalanan wisata ke Tibet. Ia menceritakan kronologinya di Instagram pribadinya yaitu dengan akun @nickyclara.
Pada akun pribadinya, ia bercerita bahwa dirinya ‘diusir’ dari Tibet karena mengenakan kaos yang diberikan oleh agen perjalanan sebelum berangkat ke wilayah tersebut. Ternyata berdasarkan keterangan di media sosialnya, kaos yang diberikan ternyata sangat sensitif.
Pada media sosialnya, ia juga mengungkapkan bahwa peserta perjalanan terdiri dari 17 WNI dan 1 orang Kanada.
"Dalam rombongan itu ada 17 WNI, 1 orang warga Kanada, tulis di Instagram pribadinya yang dilansir pada Kamis 29 Mei 2025.
Sementara kaos yang digunakan, ternyata sebelumnya dibagikan oleh tour guide travel. Mereka meminta peserta travel menggunakan kaos tersebut untuk keperluan foto.
"Tour and travel ini memberikan kaos kepada para peserta. Kita diminta gunakan untuk keperluan foto nanti," tulis di media sosial.
Awalnya diungkapkan bahwa pada perjalanan hari pertama dan kedua, suasana masih aman namun pada hari ketiga masalah muncul. Ia menceritakan bahwa masalah muncul saat mereka menuju le sebuah lokasi wisata.
“Salah satu peserta kami menyebutkan bahwa dia melihat tour guide kami berbicara dengan pria berbadan kekar dan berbaju hitam,” katanya.
Kemudian saat beranjak ke lokasi selanjutnya tepatnya saat membeli oksigen portable bus diikuti oleh mobil SUV. Pada saat itu, tour guide dengan wajah agak pucat meminta para peserta travel melepas kaos yang dikenakan.
“Setelah rampung membeli oksigen sekitar 30 menit, tour guide kita naik ke mobil dengan muka agak pucat dan sedikit panik dan meminta kita take off kaos yang kita pakai,” katanya.
Tiba-tiba, polisi ingin melakukan pemeriksaan terhadap dokumen. Tour guide juga meminta agar foto dan video ketika ia berbicara dengan polisi juga dihapus.
Ternyata para peserta travel menuju kantor polisi karena kaos yang dikenakan. Kaos tersebut mengandung simbol politik sensitif yang berpotensi memicu konflik dengan aparat lokal. Simbol Free Tibet Movement secara terang-terangan mendukung kemerdekaan Tibet dari pemerintahan China, dan penggunaan simbol tersebut dilarang keras di wilayah tersebut.
Alhasil, Niky dan rombongan diperiksa serta ponsel mereka disita. Akhirnya, mereka pun disebut harus dideportasi dan keluar dari Tibet pada 24 Mei 2025 dan sempat bermalam di Chengdu selama sehari.
Pada media sosial pribadinya, ia juga mengatakan bahwa travel agent hanya mengambil gambar secara acak di google tanpa mengklarifikasi simbol di kaos tersebut. Akibat insiden ini, mereka diberikan kompensasi senilai Rp5 juta.
Usai kejadian ini, Nicky mengimbau supaya masyarakat lebih waspada dalam memilih travel agent supaya tidak mengalami nasib yang serupa.
Redaktur : Giftson Ramos Daniel
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.