REQNews.com

Bikin Rusak Sejumlah Pulau! Ini Daftar 4 Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat yang Disorot Warganet

The Other Side

Friday, 06 June 2025 - 15:17

Ilustrasi Tambang Nikel di Raja Ampat. (Foto: Pixabay)Ilustrasi Tambang Nikel di Raja Ampat. (Foto: Pixabay)

JAKARTA, REQnews - Kondisi terkini Raja Ampat yang kabarnya dijadikan lokasi tambang nikel tengah jadi sorotan publik.

Kasus ini viral usai diungkap oleh akun Greenpeace Indonesia sejak 31 Mei 2025. Akibat tambang nikel tersebut, Kepulauan Raja Ampat yang dikenal dengan keindahannya pun telah menjadi rusak.

"Surga terakhir Indonesia yang bernama Raja Ampat itu kini berada dalam ancaman keserakahan industri nikel dan hilirisasinya yang digadang-gadang pemerintah," cuit Greenpeace Indonesia, dikutip Jumat, 6 Juni 2025.

Aktivis Greenpeace Indonesia bersama warga Raja Ampat pun telah melakukan aksi protes di Konferensi Nikel Internasional di Hotel Pullman, Central Park, Jakarta pada Selasa, 3 Juni 2025.

Sementara itu, warganet Indonesia pun saat ini ramai menyerukan tagar "Save Raja Ampat" untuk memprotes praktik pertambangan nikel di Raja Ampat yang dilakukan sejumlah perusahaan.

Adapun nama beberapa perusahaan tambang yang diduga ikut berkontribusi merusak Kepulauan Raja Ampat diungkap oleh akun X @poin_opini. Perusahaan tersebut ada 4, yakni:

1. PT Gag Nikel

Anak perusahaan PT Antam memiliki konsesi sebanyak 13.136 ha (6.060 ha darat, 7.076 ha) di Pulau Gag. Pulau ini sendiri memiliki luas 6.500 ha.

2. PT Kawei Sejahtera Mining

Beroperasi di Pulau Kawe, luas izin pertambangannya sebesar 5.922 ha. Jika tidak dihentikan, diperkirakan 15 tahun lagi Pulau Kawe akan hilang.

3. PT Anugerah Surya Pratama

Konsesi di Pulau Manuran sebesar 1.167 ha ditambah dengan Pulau Waigeo sebanyak 9.365. Perusahaan ini telah merusak ekosistem laut dan darat, serta mengancam keanekaragaman hayati.

4. PT Mulia Raymond Perkasa (PT MRP)

PT MRP mendapat konsesi sebesar 2.194 ha dari Pulau Manyaifun dan Batang Pele. Keberadaan perusahaan ini mengancam pariwisata juga perikanan.
 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.