Usai Heboh Tambang Nikel, Google Maps Kini Buramkan Pulau Gag Raja Ampat
JAKARTA, REQnews - Pulau Gag di Raja Ampat, Papua Barat Daya kini tengah ramai disorot publik. Ini lantaran pulau tersebut kabarnya menjadi salah satu lokasi yang dieksploitasi menjadi tambang nikel hingga kondisi alamnya terancam.
Usai kasus ini terungkap, warganet pun ramai mencari tahu soal Pulau Gag melalui Google Maps karena penasaran. Namun yang mengejutkan, saat ini Google Maps justru tiba-tiba memburamkan gambar Pulau Gag tersebut.
Hal ini terungkap ari ebuah cuitan balasan di akun Twitter @mpaujiii. Terlihat dari cuitan tersebut adanya video tangkapan layar Google Maps yang menunjukkan Pulau Gag sudah diburamkan.
"Sekarang mending cek aja Gag Island di Gmaps. Diblur cok wkwkw," tulisnya, dikutip Senin, 9 Juni 2025.
Berdasarkan penelusuran diketahui, pemilik properti hingga otoritas suatu wilayah bisa meminta Google Maps untuk memburamkan sebuah lokasi atau titik yang dianggap privasi.
Informasi ini diketahui dari Bantuan Maps. Dijelaskan oleh fitur tersebut bahwa pemilik properti bisa meminta Google Maps untuk memburamkan sebuah lokasi yang dinilai privasi.
"Jika gambar berisi konten tidak pantas, atau Anda tidak ingin rumah Anda ditampilkan, Anda dapat meminta agar gambar tersebut diburamkan. Setelah Google memburamkan rumah Anda, pemburaman ini akan bersifat permanen," jelasnya.
Adapun langkah-langkah untuk meminta Google Maps memburamkan lokasi adalah sebagai berikut:
1. Temukan lokasi yang ingin diburamkan di Google Maps
2. Buka gambar street view yang ingin diburamkan
3. Klik 'Laporkan Masalah'
4. Isi formulir laporkan masalah dan kirim.
Selanjutnya, Google Maps akan meninjau laporan tersebut dan akan menghubungi si pelapor melalui alamat email yang dicantumkan pada formulir.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.