REQNews.com

Heboh Usulan Anggota DPR Harus S2 dan Toefl Minimal 500, Peneliti BRIN Sindir Pedas: Jika KPI Tak Tercapai, Tunjangan Nol?

The Other Side

Friday, 29 August 2025 - 20:30

Gedung DPR/MPR RI (istimewa)Gedung DPR/MPR RI (istimewa)

JAKARTA, REQnews - Beberapa waktu belakangan tengah ramai dibahas di jagat maya, usulan soal syarat menjadi anggota DPR yang sebaiknya diperketat.

Dimana, warganet mengusulkan agar pejabat publik khususnya anggota DPR seharusnya minimal lulusan S2 dan memiliki skor TOEFL minimal 500.

Menanggapi hal ini, peneliti BRIN, Prof Dr Erma Yulihastin ikut memberikan komentarnya. Dalam komentarnya, Prof Erma seolah menyindir pedas dengan mempertanyakan apakah tunjangan DPR juga akan diturunkan jika KPI mereka tak tercapai.

"KPI anggota DPR adakah? Dan apakah jika KPI DPR tak tercapai maka tunjangannya bakal berkurang bahkan nol?," cuitnya dalam akun X @EYulihastin, dikutip Jumat, 29 Agustus 2025.

Erma lantas membandingkan dengan sistem kerja dirinya sebagai peneliti BRIN yang memiliki KPI jelas. Bahkan kualifikasi pendidikan peneliti BRIN juga harus di-upgrade minimal S3 selambat-lambatnya pada 2032.

Tak sampai di situ, para peneliti BRIN juga akan menjalani evaluasi kinerja yang dilakukan setiap tahun. Dimana jika nilai yang diperoleh kurang dari 75 maka predikat yang diterima adalah Kurang atau Sangat Kurang.

Hal tersebut pun akan berpengaruh pada jumlah tunjangan kinerja (tukin) yang didapatkan. Dimana tukin tahun depannya akan dipotong, bahkan bisa sampai 100 persen.

Kemudian, jika kinerja juga tak juga membaik atau meningkat dalam aktu 6 bulan, maka peneliti BRIN berisiko diberhentikan.

"Sedemikian ketat aturan BRIN, semata agar kami bekerja secara profesional dan akuntabel," tandasnya. 
 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.