Viral WNA Protes Bisnis Kafenya di Bali Diambil Alih Paksa Sesama Bule Rusia, Warganet Colek Imigrasi hingga Polri: Tolong Dibasmi Turis-turis Ini!
JAKARTA, REQnews - Sedang viral di jagat maya, curhatan seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia bernama Max Sibirin.
Melalui akun Instagramnya, Max curhat soal kasus yang tengah dihadapinya. Dimana, ia mengklaim jaringan bisnis kafe miliknya di Bali diambil alih paksa oleh pihak lain sesama WNA Rusia.
Max pun menyebut pengambilalihan paksa bisnisnya ini merupakan kejahatan yang terorganisir.
"Pengambilalihan paksa jaringan kafe saya di Bali sedang terjadi saat ini.
Nama saya Max Sibirin. Saya datang ke Bali sebelum COVID — di tahun tersulit ini, organisasi amal saya @Nakormim Bali menyediakan makanan untuk 60 panti asuhan di Bali yang menyatukan komunitas berbahasa Rusia.
Kemudian saya membuka enam restoran dengan merek @HOME.CAFE.BALI dan @BREKKY.CAFE.BALI. Sebagai koki dan kreator.
Namun, sebuah kelompok kejahatan terorganisir sedang mencoba mengambil alih bisnis saya melalui pencemaran nama baik, pemalsuan dokumen, dan pengambilalihan paksa," ungkapnya dalam unggahan di Instagram @max.sibirin, dikutip Minggu, 19 Oktober 2025.
Max lantas menyebutkan sejumlah nama WNA Rusia lain yang diduga terlibat dalam pengambilalihan paksa bisnis ini.
"Ini dimulai dengan SERGEY DOMOGATSKY yang juga dikenal sebagai Mr.Terimakasih 1 tahun yang lalu.
Sepanjang musim panas, Kirill Vasiliev (dikenal di dunia maya sebagai Kiki Boy, seorang produser film porno) menjalankan kampanye pencemaran nama baik terhadap saya menggunakan akun Instagram palsu.
Beberapa hari yang lalu, mereka menyita HOME CAFE UBUD dan HOME CAFE MENGWI secara ilegal. Nama orang yang memalsukan dokumen adalah Natalia Hvozdeva - juga terlibat dalam pengambilalihan paksa MAGNUM UMALAS tahun lalu.
Di akhir video ini, Anda dapat mendengar Dmitry Goltsev, lahir di Odessa, — ketua kelompok ini — memeras saya dan menuntut saham saya setelah mengambil alih HOME CAFE UBUD," ujar Max.
Lewat unggahannya tersebut, Max berharap kasusnya mendapat atensi dan tindakan ilegal para pelaku bisa dihentikan.
"Saya memohon kepada komunitas internasional, jurnalis, pengacara, dan organisasi hak asasi manusia — tolong bantu untuk menyoroti ketidakadilan ini dan menghentikan tindakan ilegal ini.
Ini bukan hanya tentang bisnis saya — ini adalah kisah tentang bagaimana pekerjaan jujur dapat dicuri.
Mohon bagikan video ini dan bantu saya agar didengar," tutupnya.
Namun, alih-alih menuai simpati, banyak warganet Indonesia yang justru meminta pihak Imigrasi hingga kepolisian agar segera turun tangan di kasus ini.
Warganet mendesak agar pihak Imigrasi hingga kepolisian memeriksa izin tinggal hingga legalitas bisnis para turis atau WNA di Bali termasuk Max dan sejumlah WNA yang terlibat di kasus ini. Pasalnya, belakangan ini, semakin banyak saja turis atau WNA di Bali yang berbuat ulah meresahkan.
"@ditjen_imigrasi @imngurahrai @ditlantas_bali @polresbadung_ tolong nggih dibasmi turis2 niki di Check tolong nggih perijinan bisnis mereka di bali🙏suksma," komentar @rachelutomo8.
"Mbok @niluhdjelantik kita harus kerja keras menertibkan masalah seperti ini kembalikan BALI ku," kata @ancho_hatta.
"Bali menjadi tempat pertarungan mereka, aparat terkait ga ada yg menangani semua ini ? 😪😡 Cek visa status mereka, ijin mereka atau yang lainnya. !" tulis @iketut.sujana.2.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
