Viral Pemuda Gugat Larangan Nikah Beda Agama, Lita Gading Beri Sentilan: Pikirin Dulu Pensiun DPR!
JAKARTA, REQnews - Psikolog Klinis dan Pengamat Sosial, Lita Gading turut menyoroti aksi viral seorang pemuda bernama Muhamad Anugrah Firmansyah yang mengajukan uji materi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (UU Perkawinan) ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Gugatan diajukan Anugrah untuk meminta MK meninjau Kembali aturan tentang larangan pernikahan beda agama di Indonesia.
Gugatan tersebut pun dikritik oleh Lita Gading. Lita mempertanyakan motivasi hingga pemahaman Anugrah mengenai aturan pernikahan beda agama di Indonesia.
“Guys, lihat nih, ada pemuda nih, katanya dia menggugat ke MK mengenai undang-undang perkawinan yang beda agama," kata Lita di platform Thread, dikutip Senin, 17 November 2025.
"Eh, bingung saya, dia itu beragama apa enggak? Coba sekalian ditanya tuh sama dia,” lanjutnya.
Lita pun menegaskan bahwa aturan pernikahan di Indonesia sudah jelas bagi tiap warga negara yang memeluk agama tertentu.
“Harusnya kalau dia ngerti, apalagi kalau dia muslim, ya nggak bisa lah pernikahan beda agama, ya kan?" ujar Lita.
Lebih lanjut, sang psikolog mengatakan, setiap negara punya regulasi dan batasan hukum yang wajib dipatuhi. Karena itu, aturan-aturan hukum yang sudah baku tersebut seharusnya tidak lagi dipersoalkan.
“Dan di Indonesia ini harus ada aturannya, kalau memang beragama, dimanapun juga kalau bisa, ya satu agama akan lebih baik, seperti itu,” ungkap Lita.
“Kalau kamu memang maunya beda agama, yaudah, kamu keluar negeri aja, kawin di sana, ya,” tegasnya.
Lita pun mengaku heran dengan tindakan Anugrah. Menurut Lita, masih banyak isu lain yang lebih penting untuk dipikirkan oleh anak muda.
“Ini pemuda apaan sih, bingung saya. Aneh-aneh ya, zaman sekarang ini ya, guys,” sindir Lita.
“Harusnya yang dipikirin tuh, (gaji) pensiun DPR. Jangan kayak begini-begini, undang-undang perkawinan lagi yang diurusin. Eh, kacau,” tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
