Dana Investasi Ratusan Miliar Raib, Sejumlah Nasabah Mirae Asset Sekuritas Tuntut Kejelasan dan Perlindungan OJK
JAKARTA, REQnews - Sejumlah nasabah PT Mirae Asset Sekuritas mendatangi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menuntut kejelasan nasib dan perlindungan terkait kasus akses ilegal akun sekuritas dan kehilangan dana investasi yang total nilainya mencapai Rp 200 miliar.
Namun, diungkapkan kuasa hukum nasabah, Krisna Murti, pihak OJK menolak pertemuan dengan para kliennya apabila lakukan secara gabungan.
"Dalam undangan yang OJK agendakan hari ini untuk klien kami, ternyata bahwa kita ditolak ya, kan kita ditolak, tidak bisa gabungan," ungkap Krisna, dikutip Kamis, 8 Januari 2026.
Krisna pun menjelaskan, alasan pihaknya meminta pertemuan dilakukan secara gabungan karena para korban mengalami modus yang sama meski waktunya berbeda.
"Supaya ada keterbukaan satu sama lainnya, ya kan, kita tidak ada yang ditutupi, kan gitu? Tidak ada dusta di antara kita. Jadi kita ingin bahwa semuanya transparansi," lanjutnya.
Lebih lanjut, Krisna menjelaskan jika beberapa korban sudah melapor kasus yang sama kepada OJK sejak tahun 2024, tapi tak kunjung ditindaklanjuti.
Ia pun menyampaikan dalam pertemuan tidak ada kesepakatan dengan Deputi Direktur Perlindungan Konsumen sehingga akan mengajukan surat gabungan kepada Ketua OJK.
"Nah permasalahannya, dari korban-korban ini sudah banyak yang melapor dari tahun 2024, dan tidak pernah ada undangan dari OJK. Nah karena tidak ada kesepakatan tadi dengan Pak Anwar Hasibuan sebagai Deputi Direktur Perlindungan Konsumen, ya maka hari ini kami akan melakukan surat gabungan kepada Ketua OJK. Biar Ketua OJK yang akan mengatur," jelas Krisna.
Di samping membantu para korban untuk mendapatkan perlindungan konsumen, Krisna menegaskan, pihaknya juga meminta kepada OJK untuk terbuka perihal pengawasan sistem sekuritas Mirae Asset.
"Di dalam cyber security yang diaudit, ya kan, oleh pengawas seperti apa? Kita ingin tanyakan. Kenapa kalau sudah diaudit dan dinyatakan sistem sekuritas Mirae itu baik, kenapa korban terus-terusan ada? Dari tahun sekian ada. Nah hasil auditnya tuh apa yang dihasilkan kalau itu adalah baik?" tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
