REQNews.com

Heboh Rupiah Melemah Nyaris Tembus Rp 17 Ribu Diduga karena Wacana Thomas Djiwandono Duduki Kursi Jabatan BI, Menkeu Purbaya Buka Suara!

The Other Side

Tuesday, 20 January 2026 - 21:00

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Hastina/REQnews)Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQnews - Publik tengah dikejutkan dengan kondisi nilai tukar rupiah terhadap Amerika Serikat (AS) yang melemah ke level Rp 16.956 pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026.

Angka yang nyaris tembus Rp 17 ribu itu bahkan mendekati level terendah krisis 1998. Beredar spekulasi jika kondisi ini salah satunya dipengaruhi oleh kabar Thomas Djiwandono menduduki kursi jabatan Bank Indonesia (BI). Namun apakah benar demikian?

Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa pun buka suara. Awalnya, Purbaya mengatakan dirinya tetap optimis nilai tukar rupiah akan segera berbalik menguat.

Lebih lanjut Menkeu menekankan bahwa pergerakan rupiah bergantung pada fundamental ekonomi suatu negara. Dalam konteks Indonesia, kinerja ekonomi diyakini bergerak resilien, salah satunya terlihat pada bursa saham.

Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin sore ditutup mencetak level tertinggi baru atau All Time High (ATH) ke posisi 9.133,87.

“IHSG All Time High, kan? Kalau indeks naik, pasti ada aliran asing masuk ke situ juga. Nggak mungkin masuk sendiri yang bisa mendorong ke level seperti itu. Jadi, ini tinggal tunggu waktu saja rupiahnya menguat, karena suplai dolar akan bertambah,” ujar Purbaya.

Ia pun menepis dugaan jika pelemahan rupiah akibat wacana penunjukan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Purbaya mengatakan bahwa dugaan tersebut kemungkinan muncul akibat kekhawatiran bahwa bank sentral akan kehilangan independensi bila salah satu jabatan diisi oleh mantan pejabat pemerintahan.

Ia lantas menekankan jika masuknya wakil menteri keuangan ke BI tidak akan mempengaruhi independensi otoritas moneter.

“Orang berspekulasi ketika Thomas ke sana, independensi BI hilang. Saya pikir nggak akan begitu,” tandasnya.

 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.