Jadi Tersangka Cuma karena Razia Rambut Siswa, Guru Honorer SDN 21 Pematang Rawan Adukan Nasibnya ke DPR
JAKARTA, REQnews - Seorang guru honorer di SDN 21 Desa Pematang Raman, Muaro Jambi, Tri Wulansari ditetapkan jadi tersangka hanya karena melakukan razia rambut siswa di sekolah tempatnya mengajar.
Tri dilaporkan ke polisi usai memangkas rambut seorang siswa yang menolak dirazia. Atas kasus yang menimpanya, Tri pun mengadukan nasibnya ke DPR saat rapat Bersama Komisi III DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta pada Selasa, 20 Januari 2026.
"Dan jika saya tidak bisa mengajar lagi di SD itu, saya pun ikhlas," ungkap Tri sembari menahan tangis.
Di hadapan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, Tri bercerita jika razia rambut ia lakukan karena siswa sudah diperingkatkan sebelumnya untuk menghitamkan rambut sebelum masuk sekolah.
Tri menjelaskan, dari 4 siswa yang masih berambut pirang, 3 siswa menerima, sementara 1 siswa dari kelas 6, menolak. Hingga kemudian sempat terjadi perdebatan dan adu mulut.
Saat itu, Tri mengaku dirinya sempat refleks menampar mulut siswa tersebut satu kali. Peristiwa itu lantas berbuntut panjang.
Orangtua siswa tak terima hingga akhirnya melaporkan Tri ke Polsek Kumpeh Ulu.
"Jawaban mereka, 'kami mau berdiskusi dengan keluarga dulu', besok pagi diberikan keputusannya," jelas Tri, dikutip Rabu, 21 Januari 202.
"Tapi keputusan itu tidak ada sampai hari ini," sambungnya.
Upaya mediasi telah dilakukan oleh pihak sekolah, dinas pendidikan hingga PGRI. Namun laporan polisi tak kunjung dicabut.
Kasus tersebut lantas ditangani Polres Muaro Jambi. Kini, Tri dan suaminya ditetapkan sebagai tersangka.
"Jadi, suami saya sudah ditahan dari 28 Oktober (2025), hampir 3 bulan, Pak," sebut Tri.
"Dan saya menjalani ini (pemeriksaan) dan wajib lapor ke Polres, 1 minggu sekali," tambahnya.
Tri pun mengatakan dirinya sudah berulang kali meminta maaf dan mendatangi rumah orangtua siswa yang bersangkutan pada 12 Januari 2026. Namun hingga kini, pihak pelapor masih belum mau berdamai.
"Kalau dari pihak Bupati, memang sudah banyak membantu, tapi memang tidak ada penyelesaiannya seperti apa," ujar Tri.
"Saya harapkan, suami saya pulang, dan masalah bisa selesai," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.