REQNews.com

Fakta Baru Siswa SD Bunuh Diri di Ngada NTT, Ternyata Sempat Pertanyakan PIP yang Tak Kunjung Cair ke Ibunya Sebelum Meninggal

The Other Side

Kamis, 05 Februari 2026 - 16:00

Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada NTT Sempat Pertanyakan PIP ke Ibunya Sebelum Meninggal.Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada NTT Sempat Pertanyakan PIP ke Ibunya Sebelum Meninggal.

JAKARTA, REQnews - Kasus meninggalnya siswa SD di Ngada, NTT akibat bunuh diri masih terus menyita perhatian publik Tanah Air. Bocah malang tersebut diduga nekat mengakhiri hidup usai sang ibu tak mampu memenuhi permintaannya untuk dibelikan buku dan pena.

Fakta baru pun terungkap dari kasus kematian siswa SD tersebut. Usut punya usut, anak itu ternyata tercatat sebagai penerima bantuan dana Program Indonesia Pintar (PIP).

Namun menurut informasi, siswa berinisial YBR itu tidak pernah menerima bantuan PIP dari kelas 1 hingga 3 SD. Ternyata penyebabnya adalah karena persoalan administrasi kependudukan (Adminduk) yang tak kunjung diurus oleh ibunya.

Diketahui, YBR awalnya tercatat dalam Kartu Keluarga (KK) ibunya yang masih beralamat di Nagakeo. Bocah tersebut kemudian bergabung dengan KK neneknya yang beralamat di Ngada sehingga ia bisa diusulkan sekolah untuk mendapatkan dana bantuan PIP.

Dana PIP diketahui sudah masuk ke rekeningnya. Namun, dana tersebut belum bisa dicairkan bank karena adminduk ibunya sebagai wali masih berdomisili di Nagekeo.

Tiga hari sebelum peristiwa bunuh diri, YBR menginap di rumah ibunya dan sempat mempertanyakan soal pencairan dana PIP.

"Dia hanya mengecek mamanya apakah uang PIP, dia ada dapat bantuan PIP di kelas 4 ini, senilai Rp 450 ribu itu, apakah sudah dicairkan atau belum," kata Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Pemberdayaan, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Ngada, Veronika Milo, dikutip Kamis, 5 Februari 2026.

"Jawab mamanya hari Senin itu belum jadi dicairkan karena mamanya ini KTP-nya (Nagekeo)," lanjutnya.

Selama dua hari menginap di rumah ibunya, YBR disebutkan tidak menunjukkan perubahan sikap yang janggal. YBR juga tidak bercerita ke ibunya soal masalah  pelunasan cicilan dana yang diminta pihak sekolahnya sebesar Rp720 ribu dari total Rp1,2 juta.

Namun secara mengejutkan, pada Kamis, 29 Januari 2026 YBR tiba-tiba tidak masuk sekolah dan ditemukan tewas gantung diri di pohon cengkeh yang berlokasi di area kebun sang nenek.

 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.