REQNews.com

Viral Pria di Cikupa Dipaksa Bayar Tagihan Listrik PLN Atas Nama Orang Lain hingga Rp 16 Juta, Begini Kronologinya

The Other Side

Tuesday, 17 March 2026 - 20:44

Ilustrasi petugas PLN (Foto: Istimewa)Ilustrasi petugas PLN (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Viral di media social, curhatan seorang pria di Cikupa bernama Henry Laufrans yang mengeluhkan soal tagihan listrik PLN.

Dimana, ia bercerita mendadak ditagih listrik oleh PLN atas nama orang lain dengan nominal yang mengejutkan.

"Tiba-tiba saya ditagih Rp16.000.000 oleh PLN atas pemaikan listrik yang bukan atas nama saya dan bukan pemakaian saya," tulisnya dikutip dari akun @henrylaufrans, Selasa, 17 Maret 2026.

Padahal, rumah Henry itu tersebut baru dan dibangun dari tanah kosong. Daya listriknya bahkan hanya 2200 watt.

Sementara dalam surat tagihan PLN tertera jika tunggakan listrik memiliki daya 13.200 watt.

Henry pun syok atas permasalahan yang menimpanya dan telah melapor ke PLN. Namun, ia tetap diharuskan membayar tagihan tersebut.

"Kalau tidak bayar, listrik akan diputus, akhirnya kami terpaksa mencicil sekitar Rp6 juta perbulan," jelasnya.

Usai viral di platform Threads, utas Henry itu pun dikomentari oleh seorang pegawai PLN. Pegawai PLN itu pun mencoba memberikan penjelasan.

"Saya kerja di perusahaan ini. Ijin nimbrung meskipun bagian ini bukan kerjaan saya di PLN, hanya sekadar tau, Dugaan saya, ini kasus PRR (Piutang Ragu-Ragu). Jadi ini adalah tagihan belum lunas, kewajiban mantan pelanggan yang sudah tidak diketahui keberadaannya/sudah menjual properti. Ketika properti dijual ke pihak lain, meskipun bangunan runtuh sampai rata puing belasan tahun dan langganannya sudah dihapus dari sistem, tagihan ini tidak lantas menghilang," ujar akun @dilemaorangorang.

Dengan kata lain, tagihan lama yang belum lunas pada suatu objek yang ditinggalkan oleh pemilik lama, harus tetap dibayarkan ke pemilik baru. Jika tunggakan ingin dihapus, proses yang harus dilalui sangat rumit karena harus diajukan sampai ke tingkat direksi dan komisaris. 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.