REQNews.com

Viral! Wanita Ngamuk Bayinya Diberikan ke Orang Lain oleh Oknum Perawat di RSHS Bandung, Diduga Modus Sindikat Jual Beli Bayi

The Other Side

Kamis, 09 April 2026 - 19:30

Wanita Ngamuk Bayinya Diberikan ke Orang Lain oleh Oknum Perawat di RSHS Bandung. (Foto: TikTok/@Nindy5760)Wanita Ngamuk Bayinya Diberikan ke Orang Lain oleh Oknum Perawat di RSHS Bandung. (Foto: TikTok/@Nindy5760)

JAKARTA, REQnews - Viral di jagat maya, kasus dugaan adanya praktik jual beli bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Bermula dari curhatan seorang ibu bernama Nina Saleha yang geram lantaran bayinya yang baru dilahirkan di RSHS Bandung justru diberikan ke orang lain oleh oknum perawat.

Si perawat berdalih bayi Nina diberikan kepada orang lain karena sang ibu tak kunjung menghampiri setelah beberapa kali panggilan dilakukan.

Kronologi kasus ini pun diungkap oleh Nina Saleha melalui akun TikToknya @nindy5760.

Diceritakan Nina, awalnya ia kaget lantaran mendapati bayinya ada di gendongan ibu lain. Ia mengenali bayinya lantaran melihat selimut dan pakaian yang dikenakan sang anak.

"Saya gak terima sama perawat yang d RS Hasan Sadikin, dengan tega anak saya diberikan pada orang lain," ujarnya yang sudah diterjemahkan dari Bahasa Sunda ke Bahasa Indonesia.

Nina mengaku kala itu sudah mendapatkan rekomendasi untuk pulang dari Rumah Sakit Hasan Sadikin. Namun ia masih menunggu panggilan suster lantaran saat itu sang anak masih berada di ruang bayi.

Pada momen itu pula, ia mendapati adanya ibu lain yang baru melahirkan dan baru datang saat siang hari. Ibu lain tersebut diketahui belum bisa pulang lantaran sang bayi mendapat perawatan intensif akibat kebocoran paru-paru.

"Terus si Teteh itu kan datangnya siang, terus saya kan nunggu lama di RS, kenapa gak di panggil-panggil, si teteh itu udah dipanggil. Kan anak saya jadwalnya pulang disebutin udah sehat, sedangkan si Teteh itu anaknya harusnya pulang gak jadi da katanya nyebutnya ada kebocoran di paru-parunya," jelasnya, dikutip Kamis, 9 April 2026.

Karena namanya belum juga dipanggil, Nina pun memutuskan turun ke lantai bawah dahulu untuk mencari sarapan.

Namun ia merasakan firasat buruk hingga akhirnya segera kembali ke ruangan sebelumnya di lantai atas. Di momen itulah ia dibuat syok lantaran melihat bayinya sudah ada dalam gendongan orang lain.

"Mau marah gak pas ke atas apa coba? Anak saya ada di tangan orang lain, untungnya belum jauh, coba kalau udah jauh? Kata saya, Teteh pulang? Ih kenapa itu bajunya sama selimutnya, baju sama selimut kayak anak saya. Iya gitu teh? Malah bilang gtu, lah emang gak tahu muka anak sendiri, dia yang lahirin, atau gak bapanya masa gak tahu anak sendiri?," tanyanya.

Mengetahui hal itu, Nina langsung menghampiri perawat. Saat dicecar oleh Nina, suster tersebut mengaku telah memberikan sang bayi lantaran Nina tak kunjung datang saat mendapat panggilan.

"Suster beloon, sama saya di samperin, sus itu anak saya kenapa dikasihin ke orang? Terus bilang apa coba? Ya Tadi saya panggil-panggil ibu Nina saleha kenapa gak ada terus. Lah kalau gak ada kenapa harus dikasihin anak saya, belegug gak, coba bayangin kalau seandainya anak saya sudah dibawa jauh gimana rasanya? Marah gak? Ya marah da bukan barang, kalau barang biarin, da ini anak manusia, anak darah daging saya," jelasnya.

Oknum perawat itu pun bersikeras mengaku bahwa sang anak diberikan pada orang lain lantaran Nina tak hadir saat namanya dipanggil.

Nina pun menduga adaya upaya transaksi jual beli bayi yang dilakukan oleh oknum perawat tersebut. Dugaan ini diperkuat dengan gelang nama bayi yang sudah dilepas oleh suster tersebut.

"Terus bilang apa susternya? Oh iya maaf soalnya tadi Tetehnya dipanggil-panggil gak ada, ya udah we saya kasih aja ke Teteh itu. Goblok gak? Apa maksudnya itu, dibayar gak? Dibayar berapa kalau misalnya ngejual anak saya? Anak saya mah sehat, kamu pikir gak, terus apa lagi, gelangnya kenapa dicopotin? Cing saya mau tanya, kenpa gelangnya dilepas? 'Ya takutnya banyak virus di dalam'. Di mana-mana juga, rumah sakit kan takut tertukar, sampai pulang gak akan lepas gelang," katanya.

Alih-alih mendapatkan permintaan maaf, Nina malah diperintah untuk diam oleh si perawat. Hal tersebut pun membuat Nina semakin geram dan membulatkan niatnya untuk memviralkan kasus ini.

"Saya marah, gak terima, mau dilaporkan juga saya viralin sekalian. Biarin biar pak Dedi tahu itu rumah sakit gimana, pegawainya gimana, banyak yang teledor. Gimana mau kejadian sampai anak saya gak ketemu, malah bilangnya sut bu jangan teriak-teriak, goblok gak pikir," tandasnya. 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.