REQNews.com

Berharap Dapat Keadilan, Anak Bupati Non Aktif Sitaro Chyntia Kalangit Ungkap Kronologi Kasus yang Menjerat Sang Ibunda

The Other Side

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:00

Anak Bupati Non Aktif Sitaro Chyntia Kalangit Ungkap Kronologi Kasus yang Menjerat Sang Ibunda. (Foto: TikTok)Anak Bupati Non Aktif Sitaro Chyntia Kalangit Ungkap Kronologi Kasus yang Menjerat Sang Ibunda. (Foto: TikTok)

JAKARTA, REQnews - Anak sulung dari Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) non aktif, Chyntia Ingrid Kalangit yang bernama Floreinchya mendadak jadi sorotan publik.

Ini lantaran dirinya buka suara mengungkapkan keresahan atas kasus hukum yang menjerat ibunya. Diketahui, saat ini Bupati non aktif Chyntia Kalangit sedang ditahan oleh Kejati Sulawesi Utara atas dugaan kasus korupsi dan penyimpangan dana bantuan.

Dalam sebuah video yang viral, Floreinchya pun mengungkapkan pernyataannya sekaligus keresahan hatinya terkait proses hukum sang ibu yang sedang berjalan.

Di video tersebut, Floreinchya menjelaskan kronologi detail dan latar belakang kasus yang menjerat ibunya, yang ia nilai berbau politis. Berikut pernyataannya dalam video tersebut, dilansir dari akun TikTok @anakbawang.rj2, Sabtu, 30 Mei 2026.

Mama saya seorang bupati di sebuah kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) yang berada di Sulawesi Utara. Awal kejadian Gunung Ruang yang berada di Tagulandang terjadi pada bulan April 2024. Pada waktu itu mama saya hanyalah ibu rumah tangga biasa, tidak ada riwayat ataupun tidak ada keinginan untuk menjadi politisi.

Setelah kejadian Gunung Ruang, gereja kami dari Jakarta mengirim bantuan, mama yang ditunjuk untuk menyalurkan bantuan tersebut. masyarakat mikirnya mama saya mau mencalonkan diri sebagai kepala daerah, padahal saya anaknya saja yakin & percaya tidak mungkin mama mau menjadi politisi.

Bulan September 2024, menjelang Pilkada, Sitaro hanya memiliki 1 kandidat & setiap hari saya mendengar orang' menelfon mama dan menanyakan "ibu, apakah ibu akan maju?" dan setiap hari juga saya mendengar jawaban mama "tidak, saya ga mungkin maju".

Setiap hari ada kata penolakan dari mama, tetapi setelah mama balik Manado, saya sebagai anak merasa hati mama tergerak ingin maju mencalonkan diri karena semua orang berharap kepada mama. dan pada saat itu juga mama sudah mencalonkan diri sebagai kandidat nomor 2.

Puji Tuhan mama menang dengan perbedaan 5000an suara (itu termasuk perbedaan yang cukup banyak di sebuah kepulauan).

Setelah mama dilantik, mama justru hanya melanjutkan program bantuan perbaikan rumah itu. Mama mengirim surat ke BNPB, membuka blokir rekening karena waktu itu sempat terblokir, dan mempercepat bantuan. Bahkan Bank Mandiri pun sudah confirm 90 na sudah tersalurkan kepada masyarakat dan sisa 10% nya itu pun masih di Bank Mandiri by name, by address.

Tetapi Kejati menuduh mama saya mengambil 22 M yang dimana itu tidak pernah masuk ke rekening manapun. Hanya Bank Mandiri dan langsung ke rekening masyarakat.

Kejati juga menuduh mama saya yang menandatangani toko-toko yang harusnya menyalurkan barang kepada masyarakat dengan alasan untuk memperkaya si yang punya toko tersebut. padahal jelas' bukan mama saya yang menandatangani toko tersebut.

Mama saya dituduh memperlambat bantuan, padahal mama saya menjabat dan dilantik pada Februari 2025. Sebelum mama saya, ada pejabat lainnya yang ditetapkan tersangka juga. Salah satunya yang memiliki toko untuk menyalurkan barangnya ke masyarakat.

Mama saya dan pejabat lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka, sama sekali tidak memiliki wewenang untuk dana yang parkir di rekening BNPB, semuanya dikendalikan oleh BNPB pusat, sedangkan yang daerah hanya melaporkan sampai di mana jalannya penyaluran atau laporan perbaikan rumah masyarakat yang sudah dikirimkan dana ke rekening mereka masing-masing.

Padahal mama ga ambil sama sekali, mama ga menerima fee, ga menerima aliran dana (Karena langsung dari Bank Mandiri ke rekening korban bencana). Dan mama juga ga melakukan mark up harga untuk toko-toko tertentu.

Mama saya hanya melanjutkan saja program bantuan ini, tetapi mama saya yang dituduh mengambil uang sebanyak itu. Sekarang mama ditahan di rutan sudah 21 hari besok hari ke 22.

Sebenarnya statement yang paling menguatkan dari kami adalah pada waktu itu tidak ada audit dari BPK, yang ada menurut kejaksaan adalah audit internal mereka sendiri yang dipakai dasar untuk menghitung kerugian.

Video Floreinchya ini pun viral dan ramai menuai atensi warganet.

"smuga yang maha kuasa memberi petunjuk dan memberi ke sabaran pada ibu nya nak," komentar @HasanAsmawijaya.

"Semoga cepat dapat keadilan. Amiiin ya Allah," kata @veeo.
 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.