Viral! Dana Deposito Pendidikan Rp 4,6 M Milik Nasabah Bank di Malang Raib, Ternyata Ditilep Oknum Teller
JAKARTA, REQnews - Publik Kembali dikejutkan dengan viralnya kasus dugaan penggelapan dana nasabah yang melibatkan oknum pegawai bank.
Seorang nasabah dari salah satu bank swasta ternama di Malang bernama Alfida Nur Kholifah menjadi korban penipuan berkedok deposito pendidikan. Alhasil uang miliknya sebesar Rp 4,6 miliar yang telah disiapkan sebagai tabungan pendidikan sang anak akhirnya raib ditilep oknum teller.
Kasus ini mencuat usai Alfida bercerita melalui akun Threads pribadinya @alfidakhlifa baru-baru ini.
Dalam postingannya, Alfida mengungkapkan, awalnya ia tertarik mengikuti program deposito pendidikan yang ditawarkan oleh seorang teller bank swasta bernama Farida Eko Setyowati.
"Tahun 2022 akhir, FA melakukan penawaran program deposito ke aku, hitung-hitung buat tabungan sekolah anak. Dia menyarankan untuk menabung buat pendidikan anak dalam bentuk deposito di bank B**," tulis Alfida, dikutip Senin, 1 Juni 2026.
Saat itu Alfida tak merasakan kecurigaan apapun. Pasalnya, Farida menawarkan deposito pendidikan tersebut Ketika berada di dalam bank dan pada saat jam kerja. Dia juga menyodorkan berkas-berkas yang dilengkapi kop dan logo resmi dari bank tersebut.
Program deposito pendidikan tersebut menawarkan bunga tinggi hingga 4 persen per bulan. Karena tergiur dengan itu, Alfida akhirnya mulai rutin menyetor dana sejak tahun 2022.
Tiga tahun kemudian, uang deposito yang terkumpul telah mencapai Rp 969,1 juta. Tak hanya deposito pendidikan, Alfida juga diajak mengikuti program dana talangan dan investasi lainnya sehingga total dana yang disetorkan mencapai Rp 4,6 miliar.
Namun kejanggalan mulai terasa Ketika dana deposito sudah jatuh tempo dan Alfida berniat mencairkannya. Farida justru memberikan berbagai alasan, mulai dari audit OJK hingga antrean pencairan deposito.
Hingga akhirnya kebohongan Farida mulai terbongkar. Alfida mendapatkan informasi jika di bank swasta tersebut tidak ada deposito pendidikan atas nama anaknya.
Alfida yang mulai sadar dirinya menjadi korban penipuan akhirnya mendatangi rumah Farida dan menagih pencairan dana. Namun, oknum teller tersebut justru mengaku bahwa Sebagian uang telah ia alihkan ke rekening adik dan ibunya untuk biaya hidup serta kuliah hingga tak lagi tersisa.
"Katanya uang sudah diputar sendiri olehnya dan habis. Saya hanya terdaftar di rekening TabunganKu bukan deposito," kata Alfida.
Farida juga kabarnya sudah mengundurkan diri dari bank swasta tersebut sejak Juli 2025. Kasus ini pun viral di media social dan menurut informasi, keberadaan Farida tidak diketahui hingga kini.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
