Heboh Seruan Aksi Demo Reformasi Jilid 2, Mahasiswa Beri Pemerintah Waktu 18 Hari untuk Berbenah
JAKARTA, REQnews - Mahasiswa se-Jawa Tengah kembali menggaungkan aksi demonstrasi reformasi jilid 2. Seruan ini merupakan respons dari kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai semakin tak baik-baik saja, dilihat dari nilai tukar rupiah yang menembus Rp 18 ribu per dollar AS.
Para mahasiswa pun memberikan tenggat waktu selama 18 hari kepada pemerintah untuk berbenah. Hal ini diketahui dari unggahan yang dibagikan akun X @lambesahamjja.
Dalam postingan itu, terlihat tangkapan layar dari unggahan akun Instagram @soalunsrat. Di unggahan itu disebutkan bahwa mahasiswa BEM SI Jateng menuntut pemerintah untuk memperkuat nilai rupiah.
"Mahasiswa beri tengah waktu 18 hari, ancaman demo reformasi jilid 2. Mahasiswa BEM SI Jateng memberi tongkat 18 hari kepada pemerintah untuk menguatkan rupiah. Jika gagal, mereka mengancam menggelar reformasi jilid 2," tulis unggahan itu, dikutip Minggu, 7 Juni 2026.
Unggahan berisi seruan aksi reformasi jilid 2 itu pun ramai direspons warganet.
"Lets go, gue ingetin: 1. Jangan serang rakyat, 2. Lo pada bawa dan sembunyiin senjata tajam dah, kalau perlu pakai rompi anti peluru," komentar akun @becamotorsby.
"Paling juga omon-omon mahasiswanya udah berapa kali demo hasilnya? Nol besar," kata akun @ujungnyamati.
"Nyatanya mahasiswa yang dulu demo sekarang duduk di Polri pemerintahan dan nggak berdampak. Capek-capek ikut demo mereka yang jadi pejabat nantinya wkwkwk," ujar akun @tong_kok94385.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
