REQNews.com

Heboh! Muncul Petisi Online Hentikan MBG, Sudah Ditandatangani Lebih dari 30 Ribu Orang

The Other Side

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:00

Muncul Petisi Hentikan MBG, Sudah Ditandatangani Lebih dari 30 Ribu Orang. (Foto: Instagram @bem_unair)Muncul Petisi Hentikan MBG, Sudah Ditandatangani Lebih dari 30 Ribu Orang. (Foto: Instagram @bem_unair)

JAKARTA, REQnews - Publik dihebohkan dengan kemunculan petisi online yang menyerukan penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Petisi online tersebut diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair). Petisi tersebut dibuat sejak 3 Juni 2026 melalui platform Change.org dan dipromosikan pula oleh akun Instagram resmi @bem_unair.

Sejak dirilis hingga kini, petisi berjudul "Hentikan Program Makan Bergizi Gratis!" itu sudah ditandatangani lebih dari 30 ribu orang.

Petisi tersebut diteken langsung oleh Presiden BEM Unair, M Rizqi Senja Virawan. Petisi tersebut menegaskan penolakan terhadap pelaksanaan program MBG. Hingga Selasa, 9 Juni 2026 jumlah tanda tangan sudah mencapai 30.856.

Tingginya jumlah dukungan dari warganet terhadap petisi ini diduga tak terlepas dari kasus korupsi MBG yang sedang jadi sorotan.

"Cuma dengan engagement ataupun insight di Instagram cukup banyak ya. Terakhir itu aku cek kemarin sore itu 1,7 juta insight, engagement-nya," kata Rizqi Senja Virawan, dikutip Rabu, 10 Juni 2026.

Melalui petisi tersebut BEM Unair menekankan jika program MBG diliputi banyak persoalan dalam pelaksanaannya.

"Kami dari BEM Universitas Airlangga ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk menyadari betapa problematiknya Program Makan Bergizi Gratis yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Keprihatinan ini semakin mendalam setelah mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, ditangkap dan kantor Badan Gizi Nasional digeledah.

Hal ini menunjukkan bahwa ada masalah serius dalam program ini," tulis BEM Unair dalam keterangan petisi dan unggahan media sosialnya.

Menurut Rizqi Senja, polemik yang terjadi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi salah satu alasan utama pihaknya menganggap program MBG perlu dievaluasi secara serius.

"Sebetulnya pada dasarnya kemarin terjadi gonjang-ganjing di negeri ini, karena pada akhirnya program problematik pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni MBG itu, Kepala BGN-nya dicopot dan kantor BGN digeledah," ujar Rizqi.

"Itu kan belum ada pemerintah validasi MBG bermasalah. Sampai pada akhirnya titik utamanya ketika Kepala BGN dicopot dan menjadi tersangka.

Itu menjadi indikasi yang cukup sentral untuk kita bisa menganggap bahwa MBG memang bermasalah," tandasnya.

 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.