Ikut Tren Diet Ekstrim, Wanita Ini Tak Sengaja Menelan Selang Berukuran 30 cm
CHINA, REQnews - Ada-ada saja kelakuan para wanita di China, demi menurunkan berat badan. Mereka secara paksa memembuat dirinya muntah dengan memasukkan selang ke perut melalui mulut mereka.
Diberitakan bahwa ini telah menjadi tren tidak sehat yang sedang terjadi di China di mana komunitas perempuan benar-benar mendiskusikan 'tip dan trik' yang dapat mereka gunakan untuk menurunkan berat badan, termasuk memasukkan tabung plastik tipis dan panjang melalui kerongkongan mereka untuk mendorong muntah.
Dilansir dari China Press, salah seorang wanita menjadi korban atas tren tersebut. Dia secara tidak sengaja menelan seluruh tabung atau selang dan tersangkut di kerongkongannya.
Dia pergi ke rumah sakit pada Selasa 3 Desember 2019 lalu dan berbohong kepada Dokter bahwa dia tidak sengaja menelan sedotan. Tetapi ketika dokter memperhatikan bahwa objek itu terlalu dalam untuk dijangkau, dia segera melakukan x-ray.
Dokter kemudian menemukan benda asing di tubuhnya yang berukuran sekitar 1,9 cm dan 30 cm. Dia segera tahu itu bukan sedotan dan meminta wanita tersebut untuk berkata sejujurnya.
Kepada Dokter, dia mengatakan bahwa dirinya membeli tabung itu secara online, dan dia telah menggunakannya untuk menurunkan berat badan.
X-ray menunjukkan bahwa ujung bawah tabung berada di dalam perut wanita itu, menekan dinding perut sementara ujung lainnya berada di dekat kotak suaranya dengan ujung bergerigi.
Setelah dokter berhasil melepaskan tabung, ia melakukan gastroskopi pada wanita itu dan menemukan bahwa ada bisul di dinding perut dan kerongkongan. Dokter kemudian menyebutkan bahwa ini adalah kasus pertama di mana 'tabung muntah' secara tidak sengaja tertelan.
Dia mengatakan bahwa mereka yang menggunakan 'teknik' ini untuk menurunkan berat badan menghadapi risiko terkena kerusakan mukosa gastroesofageal dan faring. Dalam jangka panjang, pasien seperti ini juga dapat mengalami masalah neurologis dan bahkan gerakan anggota badan yang tidak disengaja.
Redaktur : Safwan Hadi Rachman
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
