Wahai Para Penegak Hukum, Hindari 7 Kebiasaan Buruk yang Bikin Perut Buncit
JAKARTA, REQnews – Berprofesi sebagai penegak hukum, entah sebagai jaksa, pengacara ataupun polisi tentu harus dibekali kesehatan yang mumpuni. Selain itu, penampilan juga harus tetap prima dan segar. Salah satunya perut harus tetap rata atau tak membuncit bak ibu hamil.
Perut buncit adalah pertanda menumpuknya lemak dalam tubuh. Nah, kelebihan lemak ini dapat meningkatkan beberapa risiko penyakit seperti gangguan jantung, tekanan darah tinggi, stroke, diabetes tipe-2, asma, kanker payudara, kanker usus besar, dan demensia.
Melansir Medical News Today, ada 7 kebiasaan buruk yang patut dihindari agar terhindar dari perut buncit.
1. Pola makan yang buruk
Makanan dan minuman manis diketahui dapat menyebabkan kenaikan berat badan, memperlambat proses metabolisme, dan mengurangi kemampuan seseorang membakar lemak. Alhasil, perut menjadi buncit.
Selain itu, diet tinggi karbohidrat dan rendah protein juga dapat memengaruhi berat badan. Protein membantu seseorang merasa kenyang lebih lama. Orang-orang yang tidak memasukkan protein dalam pola makan hariannya akan cenderung lebih banyak mencari camilan.
Tak hanya itu, kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji yang penuh dengan kandungan lemak trans juga berkontribusi pada kelebihan berat badan. Lemak trans dapat menyebabkan peradangan dan obesitas. American Heart Association merekomendasikan untuk mengganti lemak trans dengan lemak tak jenuh.
2. Jarang olahraga
Jika seseorang terus mengonsumsi kalori tanpa melakukan pembakaran lemak seperti berolahraga, berat badan akan terus bertambah. Gaya hidup tidak aktif membuat seseorang sulit membuang lemak berlebih, terutama di sekitar perut.
3. Pola tidur yang buruk
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine menunjukkan, kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan berat badan, khususnya lemak pada perut. Kurang tidur juga dianggap berpotensi menimbulkan perilaku makan yang tidak sehat.
4. Kebanyakan mengonsumsi Minuman beralkohol
Mengonsumsi minuman beralkohol berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit hati dan peradangan.
Sebuah studi pada 2015 yang dipublikasikan pada jurnal Current Obesity Reports menunjukkan bahwa konsumsi alkohol berlebih menyebabkan penambahan berat badan di sekitar perut pria.
5. Stres
Hormon kortisol membantu tubuh mengendalikan dan mengatasi stres. Dalam kondisi stres, tubuh akan melepaskan kortisol yang berdampak pada proses metabolisme.
Beberapa orang cenderung mengonsumsi banyak makanan saat merasa stres. Alhasil, kortisol menyebabkan kelebihan kalori di sekitar perut.
6. Merokok
Meski tak secara menjadi penyebab perut buncit, tapi para peneliti percaya bahwa merokok menjadi salah satu faktor risikonya. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Plos One menemukan, perokok memiliki lebih banyak lemak di perut daripada non-perokok.
7. Gen
Sejumlah bukti menunjukkan bahwa faktor gen dapat menentukan bentuk tubuh, termasuk perut buncit. Para ilmuwan beranggapan bahwa gen dapat memengaruhi perilaku, proses metabolisme, dan risiko obesitas. (Binsasi)
Redaktur :
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.