Balita di Sragen Tewas Digigit Kutu Kucing, Ini Cara Mengatasinya
SRAGEN, REQNews - Balita bernama Tsamara Khumaira Mariba 17 bulan mengidap tumor meninggal dunia, Kamis, 28 Mei 2020 dinihari di RSUD dr Moewardi Solo. Sebelumnya tumor yang diderita balita dari Dukuh Dayu, RT 17/05, Desa Jatitengah, Sukodono, Sragen itu karena gigitan kutu kucing.
Tsamara mengalami pembengkakan pada jari manis akibat gigitan kutu kucing. Kabar itu disampaikan Wanto (30) sang ayah kepada wartawan seusai pemakaman, Kamis pagi.
Putri kedua pasangan Wanto (30)- Etik (29) mengembuskan nafas terakhir sempat mengalami masa kritis. Balita mungil itu sempat drop, setelah menjalani perawatan di RSDM Solo. Wanto mengungkapkan, putri bungsunya itu terakhir kali dalam kondisi mengalami penurunan trombosit.
“Meninggalnya dinihari tadi pukul 01.40 WIB di RSUD dr Moewardi Solo,” ujar ayahanda Tsamara, Wanto.

Kutu yang ada di kucing
Untuk menghindari hal serupa, ada baiknya untuk mengenal tentang kutu kucing ini. Dikutip dari rentokil.co.id, kutu kucing tidak bisa terbang karena mereka tidak memiliki sayap, tetapi mereka bisa melompat berkali-kali dari panjang tubuh mereka sendiri. Panjangnya 3 mm dan memiliki kemampuan luar biasa untuk melompat dengan baik secara vertikal dan horizontal (sekitar 6 inci secara vertikal dan 13 inci secara horizontal).
Gejala gigitan kutu kucing pada manusia, indikasi paling umum munculnya gigitan kutu di kulit Anda yakni Gatal-gatal hebat dan mungkin juga menjadi menyakitkan.
Merah, muncul dalam benjolan kecil berbentuk bulat dan terasa sakit saat disentuh.
Sering muncul di bagian tubuh bagian bawah, seperti kaki, pergelangan kaki dan kaki bagian bawah. Meskipun sangat jarang, gigitan kutu juga dapat ditemukan di bagian tubuh lain seperti ketiak, pinggang dan siku.
Beberapa orang mungkin berkembang menjadi reaksi alergi terhadap gigitan kutu, seperti pusing, sulit bernapas, mual dan nyeri dada.

Kutu Kucing
Untuk membedakan gigitan kutu dan serangga lainnya bisa dilihat dari pola dan lokasi gigitan mereka.
Kutu kucing paling sering menggigit orang di sekitar mata kaki dan kaki. Sementara itu, gigitan kutu busuk pada manusia sering terjadi pada bagian tubuh bagian atas yang dekat dengan pembuluh darah di dekat permukaan kulit, seperti lengan, leher, dan tangan.
Tidak seperti gigitan kutu busuk, yang sering muncul dalam satu baris atau baris di sepanjang area yang terbuka, gigitan kutu kecil dan sering muncul dalam kelompok tiga atau lebih.
Berikut ini cara membedakan antara gigitan kutu dan nyamuk. Gigitan nyamuk muncul dalam benjolan besar yang gatal, sementara gigitan kutu tampak sangat kecil dengan bercak merah sentral. Gigitan nyamuk dapat ditemukan di seluruh tubuh, sedangkan gigitan kutu muncul secara berkelompok dan jarang muncul di bagian tubuh bagian atas.
Bagaimana cara mengobati gigitan kutu pada kulit manusia? Dalam kebanyakan kasus, gigitan kutu tidak menyakiti manusia dan akan menghilang dengan sendirinya. Tetapi, beberapa orang sangat sensitif terhadap gigitan kutu, karena itu menyebabkan beberapa reaksi alergi yang memerlukan darurat medis segera.
Jika Anda memiliki gigitan kutu pada kulit, ikuti beberapa saran di bawah ini untuk mengatasi masalah gigitan kutu Anda:
1.Pertama-tama, Anda harus menahan keinginan untuk menggaruk. Infeksi dapat terjadi saat melakukannya!
2.Cuci gigitan dengan sabun antiseptik sesegera mungkin pada daerah yang terkena untuk menghindari infeksi.
3.Kurangi pembengkakan dan gatal-gatal pada kulit dengan mengompres kulit dengan menggunakan kompres es.
4.Gunakan lotion kalamin dan / atau krim topikal anti-gatal yang mengandung bahan mentol untuk mengurangi rasa gatal yang persisten.
5.Namun, Anda harus tetap waspada dan mencari perawatan medis jika gigitan menjadi terinfeksi karena garukan dan rasa gatal tidak berkurang dalam waktu seminggu - bahkan setelah menggunakan krim topikal anti-gatal pada kulit.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
