Heboh ASI Wanita Berubah Warna Jadi Hijau Neon Usai Positif Covid-19, Berbahayakah Buat Bayi?
JAKARTA, REQnews - Baru-baru ini jagat maya dihebohkan dengan viralnya curhat seorang ibu muda dari Meksiko yang mengaku mengalami efek samping aneh usai dirinya terinfeksi Covid-19.
Ibu bernama Anna Cortez itu mengatakan, warna ASI-nya berubah menjadi hijau neon. Tak hanya Anna, pengalaman serupa ternyata dibagikan oleh seorang ibu dua anak dari Amerika Serikat.
Lewat unggahan di akun Instagramnya, Ashmiry sempat membagikan foto hasil perahan ASI-nya sebelum dan sesudah terinfeksi Covid-19. Terlihat di foto itu, ASI yang dihasilkannya setelah terinfeksi berwarna kehijauan.
"Perubahan warna mengindikasikan bahwa tubuh saya menghasilkan persis apa yang Rubi (anaknya) butuhkan! Antibodi, ekstra lemak dan kebaikan murni," tulisnya, seperti yang dikutip dari The Mirror, Minggu, 13 Februari 2022.
Terkait kasus ini, apakah perubahan warna ASI tersebut berbahaya bagi bayi? Dilansir dari Daily Star, seorang ahli mengungkap perubahan warna ASI yang dialami Anna dan Ashmiry terjadi akibat respon tubuh yang memicu antibodi.
Antibodi dalam tubuh muncul untuk melawan virus Corona dan melindungi si bayi. Ahli di bidang ASI itu bahkan mengaku sudah sering menemukan pasiennya mengeluhkan perubahan warna ASI ketika terinfeksi virus.
"Perubahan warna ASI yang dialami oleh mereka sama seperti wanita lainnya. Mereka jatuh sakit dan ASI mereka berubah warna, tapi mereka terus berusaha memberi bayinya asupan makan," ujarnya.
Untuk kasus Anna sendiri, dia telah menceritakan kondisinya pada dokter. Bahkan dia juga melakukan konsultasi laktasi akibat perubahan warna ASI-nya.
"Mereka semua berkata bahwa kondisi ini sangat wajar terjadi pada ibu yang sedang sakit atau ketika bayi sakit karena flu maupun virus perut. ASI pasti akan berubah dan beradaptasi dengan antibodi," terang Anna.
Sementara itu, perubahan ASI Anna yang mencolok seperti hijau neon sekarang ini dipengaruhi oleh serangan virus yang sangat kuat.
"Dokter anak telah memberi tahu saya harus tetap menyusui anak ketika dinyatakan positif virus Corona, karena langkah itu yang terbaik untuk kesehatannya. ASI akan memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi. Jika dia sakit, asupan ASI ini akan membantu melawannya," jelasnya.
Sementara itu, peneliti ASI di Imperial College London sekaligus pendiri Human Milk Foundation, Dr Natalie Shenker menegaskan bahwa wanita yang terinfeksi virus Corona memang akan menghasilkan antibodi Covid-19 di dalam ASI-nya.
Dia pun memastikan bahwa virus Corona tidak dapat masuk ke dalam ASI. Hal ini bahkan sudah dibuktikan dengan riset dan proses menyusui juga tidak akan menularkan virus dari ibu ke anak.
"Antibodi yang ada di dalam ASI ini adalah jenis antibodi yang bisa membunuh virus," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
