Ngemil Adalah Koentji! Tips Jaga Kesehatan Mental ala Psikolog Cantik Saskhya Aulia Prima
JAKARTA, REQnews - Siapa bilang banyak ngemil tak baik untuk kesehatan? Sebaliknya, menurut psikolog cantik Saskhya Aulia Prima, rajin ngemil atau mengunyah camilan justru baik lho untuk kesehatan mental.
Yup! Diungkapkan psikolog lulusan Universitas Indonesia itu lewat penelitiannya, ngemil merupakan salah satu bentuk "self reward" yang bisa menjadi cara untuk menurunkan stres.
"Memang ketika mengunyah itu ada bagian-bagian otak yang memudahkan kita untuk tidak merasa terlalu stres atau cemas," kata Saskhya dalam konferensi pers secara virtual, dikutip dari Antara, Rabu, 9 Maret 2022.
Lebih lanjut Saskhya menambahkan bahwa aktivitas ngemil dapat dijadikan self reward yang bisa bermanfaat untuk mengistirahatkan pikiran sejenak setelah menjalankan kesibukan atau rutinitas pekerjaan selama seharian.
"Sebetulnya self reward boleh dan sesuatu yang perlu kita latih. Dengan menerapkan self reward, kita memberi ruang untuk diri sendiri, dapat feedback yang baik untuk diri sendiri sehingga jadi memotivasi kita kembali," ujar Co-founder Rumah Psikologi TigaGenerasi itu.
Namun, kata Saskhya, perlu diingat bahwa aktivitas ngemil juga tidak boleh dilakukan secara berlebihan dalam durasi waktu yang terlalu sering karena justru bisa membawa dampak negatif.
Saskhya juga mengingatkan agar aktivitas ngemil diimbangi dengan gaya hidup yang sehat, seperti rajin berolahraga, tidur cukup, dan konsumsi makanan utama yang sehat.
"Jadi semuanya seimbang antara kita memang mau self reward, menyamankan diri, dan menjaga kesehatan fisik serta mental," ujarnya.
Agar dapat membawa dampak positif, Saskhya menyarankan, kegiatan mengemil dibarengi dengan metode "mindful eating" atau memfokuskan diri pada makanan yang tersaji tanpa gangguan atau pikiran apapun sehingga stres dapat dilepaskan dengan maksimal.
"Walaupun aku tahu, ini kadang-kadang sering terjadi, kita ngemil sambil mengetik. Tapi itu justru membuat otak kita tidak diberi waktu istirahat, baterai kita tidak teri-charge lagi, karena semuanya kita paksa. Jadi kita stop dulu beberapa menit, menikmati dulu waktu ngemilnya," katanya.
Saskhya juga menyarankan agar camilan yang dikonsumsi terdiri dari berbagai variasi rasa.
"Setiap orang punya preferensi sendiri terhadap rasa cemilan yang mereka cari ketika mereka beremosi tertentu. Jadi punya varian cemilan dengan berbagai rasa itu juga membantu," tandasnya.
Tak sampai di situ saja, Saskhya menyarankan pula agar tiap orang tak megabaikan keinginan dan kebutuhan mengonsumsi camilan di tengah kesibukan bekerja.
Sebaiknya, tambah Saskhya, tiap orang menetapkan aktivitas ngemil pada jam-jam tertentu. Letakkan camilan di tempat yang mudah dijangkau sebagai pengingat diri untuk tidak melupakan kebutuhan mengemil.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.