Viral Video Seekor Labi-labi Dipenggal Secara Sadis, ADI: Tak Ada Sisi Edukasi!
JAKARTA, REQnews - Viral sebuah unggahan video yang memperlihatkan seekor labi-labi digantung kepalanya dan disembelih dengan cara dibacok secara keji menggunakan parang, mendapat kecaman publik dan pecinta hewan.
Ketua Animal Defender Indonesia (ADI) Doni Herdaru Tona mengatakan bahwa video yang diunggah oleh akun YouTube @user-mc7ve3vs1n dengan narasi 'cara menyembelih labi-labi' itu tidak ada sisi edukasinya bagi masyarakat.
“Tidak ada sisi edukasi sama sekali. Labi-labi yang nota notabene ada dalam status VU (vulnerable) alias rentan dan akan menghadapi kepunahan di masa mendatang, sudah seharusnya mulai diperhatikan lebih dan tidak diexploitasi terus menerus,” kata Doni kepada wartawan, Jumat 2 Desember 2022.
Karena menurutnya, bukan tidak mungkin bahwa status labi-labi akan merosot ke terancam punah dalam waktu yang tidak lama. “Kerusakan lingkungan, over fishing atau over hunting, serta lemahnya hukum perlindungan hewan di Indonesia, akan membawa labi-labi ke ambang kepunahan,” lanjutnya.
Terkait dengan aksi cara menyembelih labi-labi tersebut menurutnya telah keliru, terlebih menggunakan parang yang kurang tajam sehingga menyakiti hewan tersebut. Meskipun sudah dipenggal, kata dia, labi-labi tersebut masih dapat menggigit parang yang disorongkan pelaku.
“Cara menyembelih yang keliru ini, menggambarkan kesakitan si hewan. Parang yang kurang tajam atau tidak tepat menebas leher labi-labi, mengakibatkan si hewan menggeliat kesakitan sebelum hantaman parang kedua tiba," kata dia.
Doni pun berharap agar RKUHP, khususnya terkait dengan kesejahteraan hewan dari aksi sadisme masyarakat dan bisa mengakomodir perlindungan satwa di Indonesia di masa mendatang.
“Kami berharap bahwa RKUHP khususnya yang terkait hewan bisa mengamankan mental generasi Indonesia dari hal-hal sadisme seperti ini dan bisa mengakomodir kebutuhan perlindungan satwa di Indonesia,” ujarnya.
Redaktur : Hastina
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.