IFBC Banner

Intip Kecanggihan Royal Enfield Photon, Motor Klasik Bermesin Listrik

Kamis, 23 April 2020 – 15:05 WIB

Royal Enfield Photon, Motor Klasik Bermesin Listrik (rushlane.com)

Royal Enfield Photon, Motor Klasik Bermesin Listrik (rushlane.com)

JAKARTA, REQnews - Trend sepeda motor listrik juga menjadi salah satu produk yang dikembangkan oleh Electric Classic Cars, sebuah pabrik di Britania Raya. Perusahaan ini berhasil menelurkan sebuah sepeda motor listrik yang diberi nama Royal Enfield Photon.

IFBC Banner


Melansir financialexpress, motor ini sangat identik dengan Royal Enfield Bullet 500. Bedanya hanya pada deru mesin. Pada motor listrik ini, sama sekali tidak ada gaung khas mesin gahar.

(rushlane.com)

Walaupun mempertahankan gaya klasik, pada headlamp sudah menyematkan LED dan Daytime Running Light (DRL) berbentuk cincin. Desain tangki bahan bakar tidak banyak ubahan agar tetap menjadi ciri khas dengan diberikan sentuhan sedikit di tiap sisinya.

Sekujur body diguyur warna British Racing Green berpadu garis-garis emas. Sementara bagian jok dibalut warna cokelat yang semakin menonjolkan aura klasik.

Selain itu, Electric Classic Cars mendesain ulang rangka bagian bawah, agar bisa menopang powertrain yang cukup besar. Sedangkan suspensi dan bagian pengereman masih identik dengan Royal Enfield Bullet.

Untuk urusan tenaga, Photon dibekali 4 baterai lithium-ion yang dibuat oleh LG Chem yang diletakkan di bawah tangki. Masing-masing memproduksi 2,5 kWh atau 10 kWh secara keseluruhan. Semua baterai tertutup case yang sangat rapi.

(rushlane.com)

Pengisian membutuhkan waktu 90 menit hingga penuh dan mampu menjangkau sekitar 128-160 km. Dengan catatan dikendarai secara konstan antara 80-96 km per jam. Kecepatan maksimalnya sendiri bisa mencapai 112 km perjam.

(rushlane.com)

Daya motor listrik sebesar 13 kW atau 17 daya kuda dipasang langsung di hub roda belakang dan tanpa adanya rantai seperti jenis konvensional.

Untuk mendapatkan motor ini, Electric Classic Cars memberikan kisaran harga 20 ribu Pounsterling atau sekitar Rp 395 juta dan sudah mulai dipasarkan di Britania Raya. (Binsasi)