IFBC Banner

4 Novel Islami Terbaik, Cocok Dibaca Sambil Nunggu Waktu Berbuka

Sabtu, 25 April 2020 – 14:33 WIB

Ilustrasi baca buku

Ilustrasi baca buku

JAKARTA, REQnews - Membaca menjadi salah satu pilihan aktivitas yang biasa dilakukan sambil menunggu waktu berbuka puasa saat Ramadan. Tentu saja, bahan bacaan harus seru dan mengandung nilai-nilai yang tinggi.

IFBC Banner


Nah, novel-novel Islami biasa menjadi pilihan bacaan yang bagus untuk menunggu buka puasa. Kamu bisa memetik banyak pelajaran dari novel bertema Islam, sekaligus menikmati cerita menarik yang mungkin menginspirasimu.

Berikut rekomendasi 5 novel Islam dengan balutan kisah menari, cocok dibaca sambil menunggu azan magrib:

1. Ayat-ayat Cinta - Habiburrahman El Shirazy

Novel legendaris dan best seller internasional ini sudah sepatutnya kalian baca. Bukan hanya tentang kisah cinta Fahri, Aisha dan Maria, tapi kalian bisa mendapatkan banyak pelajaran hidup dan nilai-nilai kerukunan beragama di novel Ayat-ayat Cinta ini. Isi novelnya juga lebih menarik dibanding filmnya, dengan jalan cerita yang kompleks dan detail.

Baca Juga: #DiRumahAja Nonton Drakor 'Hyena', Persaingan Antara Dua Pengacara dengan Klien Kelas Kakap

2. Cinta yang Tak Biasa - Natta Reza & Wardah Maulina

Ditulis berdasarkan kisah cinta Natta Reza dan Wardah Maulina, novel ini menyajikan kisah cinta yang unik. Perjalanan pahit dan manisnya asmara dilalui kedua sosok tersebut. Mulai dari perkenalan via media sosial, sampai Natta yang berani melamar Wardah, padahal mereka belum pernah bertemu, lalu akhirnya menikah, semua tersaji begitu hidup.

3. Tuhan Maha Romantis - Azhar Nurun Ala

Seperti judulnya, novel ini berkisah tentang romantisme cinta, namun dengan cerita yang bikin naik-turun emosi pembaca. Apalagi, setelah tokoh utama Rijal Rafsanjani melamar kekasihnya, Annisa, lalu terpisah lima tahun lamanya. Setelah bertemu, ternyata Rijal telah melamar gadis lain pilihan orang tuanya, dan Annisa yang ternyata masih penuh harap. Siap-siap terkejut dengan ceritanya ya.

4. Negeri Lima Menara - Anwar Fuadi

Sang penulis, Anwar Fuadi telah menciptakan novel Islami yang penuh inspirasi, membuat banyak orang menghargai hidup dan terus bersemangat meraih cita-cita. Dalam novel ini, dikisahkan Alif yang berkeinginan menjadi seperti BJ Habibie, namun orang tuanya tak setuju dan ingin anaknya menjadi seperti Buya Hamka. 

Alif kemudian dihadapkan pada dua pilihan, sekolah agama atau santri di pesantren. Akhirnya, ia mondok di pesantren di Jawa Timur bernama Pondok Madani. Ia bertemu beberapa kawan seperjuangannya, yang sama-sama bercita-cita untuk menjelajah benua Eropa dan Amerika.