Baca Buku Hukum Adat Ini Sebelum Kalian Travelling ke Bali

Minggu, 28 Juni 2020 – 17:02 WIB

Baca Buku Hukum Adat Ini Sebelum Kalian Travelling ke Bali

Baca Buku Hukum Adat Ini Sebelum Kalian Travelling ke Bali

JAKARTA, REQnews – Bali terkenal dengan akan hukum adat serta keberagaman kebudayaannya yang mengikat antar warganya. Namun Bali pun termasuk provinsi yang masih kental dengan budayanya, dan ragam kepercayaan tanpa perselisihan.

Rupanya dua poin di atas menjadi faktor ketertarikan turis bertandang ke Bali. Dalam buku berjudul Nilai-Nilai Keadilan Restoratif dalam Penyelesaian Tindak Pidana Adat Bali, I Made Agus Mahendra Iswara menuliskan bahwa peraturan hukum adat di Bali tidak dibuat dengan main-main.

Apalagi di sana terdapat penegak hukum adat untuk mengadili pelanggar adat, yang disebut pecalang. Tujuannya agar yang datang ke Bali mempunyai batasan-batasan yang sudah diatur dalam hukum adat. Baru-baru ini Gubernur Bali I Wayan Koster membangun kantor resmi Majelis Desa Adat (MDA). Pembangunan tersebut bertujuan agar MDA bisa menjalankan tugasnya dalam membina dan mengawasi desa adat dengan baik.

Berbicara hukum adat, awalnya populer diperkenalkan oleh Snouck Hurgronye saat melakukan pengamatan di Aceh saat zaman penjajahan. Ia menemukan bahwa berlakunya hukum di suatu wilayah terdapat perbedaan pada hukum resmi yang berlaku.  

Kemudian secara rinci pengelompokkan hukum adat dikemukakan oleh Vollenhoven asal Belanda. Ada 19 hukum adat yang berkembang di Indonesia, rata-rata terdapat dari suku pedalaman maupun pemegang erat kebudayaan, termasuk wilayah Bali.

Seiring berjalannya waktu, hukum adat sudah diatur dalam ketentuan Pasal 18B Ayat 2 UUD 1945, ‘Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masing hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang’.

 

Well, buku ini cocok dibaca untuk kalangan umum, pakar hukum, dosen, mahasiswa, pelajar yang ingin travelling alias jalan-jalan ke Bali. Sebab sudah seharusnya setiap orang memahami hukum adat di setiap wilayah atau suatu tempat agar bisa saling menghargai sebuah perbedaan.

Luangkanlah waktu untuk membaca, dan selamat mencari bukunya ya gaes!