IFBC Banner

Resensi Buku Bunga Rampai KY Soal Etika dan Budaya Hukum Indonesia  

Sabtu, 30 Mei 2020 – 07:32 WIB

Resensi Buku Bunga Rampai KY Soal Etika dan Budaya Hukum Indonesia  

Resensi Buku Bunga Rampai KY Soal Etika dan Budaya Hukum Indonesia  

JAKARTA, REQnews – Etika dan Budaya Hukum dalam Peradilan adalah judul dari sebuah buku yang diterbitkan oleh Sekretaris Jenderal Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia tahun 2017. Buku ini berisi kumpulan buah pemikiran dari para pakar, praktisi hukum, dan beberapa anggota Komisi Yudisial Tahun 2015-2020.

IFBC Banner


Memang harus diakui, etika dan budaya hukum seolah masih menjadi slogan tanpa makna dalam peradilan di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan perubahan cara berpikir dalam memandang etika dan budaya hukum sebagai aspek penting dalam penegakan hukum.

Selain itu, perlu pula didorong implementasi etika dan budaya hukum oleh para aparat penegak hukum agar dalam menjalankan wewenang dan tugas dalam bekerja berada dalam koridor etika dan budaya hukum yang benar.

Di bagian Pendahuluan, Moh. Mahfud MD mengajak kita menegaskan kembali nilai-nilai dasar keindonesiaan. Gagasan dalam tulisan tersebut memfokuskan pada isu implementasi ideologi ke dalam nilai-nilai pluralisme dan nilai-nilai keadilan.

Implementasi kedua nilai tersebut sangat penting disorot dalam perkembangan Indonesia sekarang ini berkenaan dengan munculnya isu-isu radikalisme, terorisme, intoleransi, politik SARA, kesenjangan sosial dan ekonomi, lemahnya penegakan hukum dan keadilan, dan sebagainya.

Lalu pada bab pertama mengupas tentang Kompleksitas etika dan budaya hukum, yang didalamnya berisikan tulisan-tulisan dari Aidul Fitriciada Azhari (Ketua Komisi Yudisial , Shidarta, Haryatmoko, dan Abdul Mukhtir Fadjar. Para tokoh mencoba menjelaskan lebih lanjut mengenai hubungan antara perkembangan budaya hukum dan konsep negara hukum di Indonesia.

Bab kedua dalam buku ini mengupas tentang etika dan budaya hukum dalam sistem peradilan. Berisi tulisan-tulisan dari Farid Wajdi, Maradaman Harahap, Sumartoyo, dan Joko Sasmito. Bab ini mencoba menelusuri terkait urgensi etika di dalam peradilan.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa seorang hakim dalam melakukan perbuatan hukum harus senantiasa dilandasi etika dan budaya hukum yang luhur, karena pada diri seorang hakim melekat pertanggungjawaban atas segala putusan, gagasan, dan tindakannya baik kepada dirinya, maupun kepada masyarakat luas.

Adapun pada bab ketiga dalam buku ini berisi gagasan dari Suparman Marzuki, Andri Gunawan, dan Sukma Violetta. Mereka menyoroti terkait Problematika Manajemen Hakim dan Peradilan.

Bila tertarik membacanya, silahkan kunjungi laman ini dan unduh soft copy dari buku ini. Semoga bisa menambah kazanahmu tentang hukum dan peradilan di tanah air. (Bins)