Film The Trial of the Chicago 7 Ungkap Bobroknya Peradilan Aktivis Anti-Perang Vietnam 1968

Rabu, 16 Desember 2020 – 17:05 WIB

The Trial of the Chicago 7 (Foto: Istimewa)

The Trial of the Chicago 7 (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - The Trial of the Chicago 7 menjadi film paling ditonton di Netflix setelah dirilis pada 16 Oktober 2020 lalu.

Film ini terinspirasi dari kisah nyata tentang proses peradilan terhadap delapan aktivis anti-Perang Vietnam dari tiga kelompok berbeda, yang kerap dijuluki sebagai Chicago 7.

Kisah tersebut bermula pada tahun 1968, mereka melakukan aksi protes damai, bersama ribuan demonstran lain saat Konvensi Nasional Partai Demokrat di Chicago.

Aksi tersebut berubah kacau dan Chicago 7 pun ditahan atas tuduhan pemicu kerusuhan, konspirasi, dan pelanggaran di perbatasan negara bagian. Pada Februari 1970, lima dari tujuh anggota Chicago 7 dinyatakan bersalah.

Dalam film The Trial of The Chicago 7 diperlihatkan bagaimana cara pemerintah dan polisi menangani para demonstran. Termasuk menyusup sebagai salah satu peserta demonstrasi.

Kemudian, aksi provokasi dari elemen yang bertolak belakang dengan kelompok anti perang juga diperlihatkan.

Sorotan besar jatuh pada keputusan Presiden Richard Nixon untuk "mempertontonkan" sidang yang disebut-sebut sebagai show trial. Proses mencari keadilan, bisa dimanipulasi sedemikian rupa demi menguntungkan penguasa.

Diketahui, bahwa aksi tersebut berlangsung sejak 1964 hingga 1973, sementara Perang Vietnam berlangsung pada 1955-1973. Para demonstran kebanyakan adalah mahasiswa/pelajar, para ibu, dan kaum hippies.

Dalam catatan profesor sains politik dan penulis buku "Vietnam War, America in Vietnam" (1978) Guenter Lewy, tentara Amerika dan sekutu yang tewas di Vietnam mencapai 282 ribu orang.

Sementara korban warga sipil di Vietnam mencapai 627 ribu. Totalnya, ada 1.353.000 jiwa yang melayang selama Perang Vietnam berlangsung.

Film tersebut memang berfokus pada proses pengadilan para demonstran. Namun tak melupakan banyaknya nyawa anak muda Amerika Serikat yang hilang dari sia-sia akibat Perang Vietnam.

Selain Sacha Baron Cohen dan Jeremy Strong, film tersebut juga dibintangi oleh Eddy Redmayne, Joseph Gordon-Levitt, Yahya Abdul-Mateen II, dan aktor yang pernah jadi Batman, Michael Keaton.