Ini Kecanggihan Kapal Baruna Jaya IV yang Diterjunkan Cari Sriwijaya Air SJ182

Sabtu, 09 Januari 2021 – 23:30 WIB

Kapal Baruna Jaya IV

Kapal Baruna Jaya IV

JAKARTA, REQnews - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah berkoordinasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk menerjunkan Kapal Baruna Jaya IV, yang akan mencari keberadaan Sriwijaya Air SJ182.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dipastikan jatuh di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB. 

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjanto berkata, kapal ini sudah dilengkapi dengan alat-alat pencarian bawah laut yang berteknologi tinggi untuk mencari kotak hitam pesawat.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPPT dan mereka siap Kapal Baruna Jaya IV untuk diterjunkan bila diperlukan," kata Soerjanto.

"Kapal ini sudah ada beberapa peralatan untuk underwater recovery, kami juga sedang menyiapkan operasional, untuk mencari blackbox," ujarnya menambahkan.

Spesifikasi Kapal Baruna Jaya IV

Baruna Jaya IV punya catatan bagus dalam pencarian kapal maupun pesawat yang hilang di dasar laut. Sebelumnya, kapal ini sudah menemukan bangkai pesawat Adam Air Boeing 737, Kapal Bahuga Jaya, hingga diterjunkan mencari AirAsia QZ8501 pada 2014 lalu.

Dengan sensornya yang ekstra canggih, kapal ini bukan hanya mampu mencari bangkai pesawat saja, namun bisa mengetahui secara detail koordinatnya di dasar laut.

Sensor khusus milik Baruna Jaya IV ini adalah sensor Multi Beam Echo dan Side Scan Sonnar.

Untuk daya tahan, Baruna Jaya IV dilengkapi dua engine diesel yang disambung kepada satu gandar, dan bisa menghasilkan 2,990 bhp secara terus-menerus.

Dengan kekuatan tersebut, kapal berteknologi mutakhir ini bisa melaju hingga 14 batu nautikal, serta tahan beroperasi meski cuaca buruk.

 

 

Berdasarkan data BPPT, kapal ini dirancang oleh CMN di Cherbourg, Prancis, lalu diluncurkan pada 1989 lalu. 

Kapal ini menggunakan mesin utama 2 x 1100 HP @850 RPM, Niigata SEMT Pielstick 5PA5L. Lalu mesin bantunya adalah satu unit Diesel Generator Baudouin 270 HP @1500 RPM.

Untuk navigasinya, menggunakan Radar ARPA X Band Ruruno, GPS dan AIS. Kemudian, telekomunikasinya mengandalkan SSB, GMDSS A3, B-gan dan Irridium.