Wajib Tonton! The Rainmaker, Kisah Pengacara Muda Membela Bocah Penderita Leukemia

Senin, 11 Januari 2021 – 02:02 WIB

Film The Rainmaker

Film The Rainmaker

JAKARTA, REQnews - The Rainmaker, sebuah film yang di sutradarai oleh Francis Ford Coppola dirilis tahun 1997. Film ini bercerita tentang seorang pemuda bernama Rudy Baylor yang baru lulus dari sekolah hukum.

Rudy tumbuh di lingkungan serba kekurangan, memiliki ayah yang pemabuk. Dari kebiasaan itulah, ia dan ibunya sering mendapatkan perlakuan buruk dari sang ayah.

Namun, dari pengalaman pahit itu, justru menjadikannya sebagai seorang yang menjunjung tinggi kemoralan. Kondisi itu membuatnya bertekad untuk belajar hukum di University of Memphis State Law School untuk menggapai cita-citanya sebagai pengacara. 

Setelah bertahun-tahun menempuh pendidikan, Rudy pun lulus dengan nilai yang memuaskan. Meski belum memiliki pengalaman, pengacara muda ini pun harus berjuang untuk membela seorang bocah laki-laki penderita leukemia yang ditolak perusahaan asuransi untuk membayar operasinya.

Saat itu, sudah 8 kali keluarga tersebut mengirim klaim asuransi. Namun, tidak pernah direspon oleh pemilik perusahaan asuransi tersebut.

Dengan berbagai cara, Rudy berusaha agar asuransi anak tersebut di kalim. Namun tetap saja, pihak asuransi tidak mau mendengar.

Bahkan ibu dari sang anak dibilang 'bodoh' oleh presiden asuransi tersebut. Rudy akhirnya meminta bantuan temannya bernama Deck, seorang ahli asuransi.

Namun saat Rudy dan Deck sedang berjuang untuk mendapatkan asuransi, anak tersebut sudah meninggal terlebih dahulu karena penyakit leukemia.

Setelah anak tersebut meninggal, pihak keluarga yang merasa kecewa terhadap pelayanan pihak asuransi melakukan penuntutan. Karena, perusahaan tersebut telah lalai dalam melaksanakan kewajibannya.

Padahal, keluarga anak tersebut tidak pernah telat dalam melakukan pembayaran (Premi). Tetapi pihak asuransi justru mengindahkan klaim asuransi tersebut.

Dalam persidangan, keluarga menuntut perusahaan asuransi lebih dari $10.000.000 juta dollar. Namun, perusahaan tersebut tak tinggal diam dan menyewa seorang pengacara profesional yang menghalalkan segala cara dalam memenangkan kasus.

Pengacara tersebut bernama Leo F. Drummond, dulu ia pernah bekerjasama dengan Rudy. Namun karena kasus suap dan tak sejalan dengan ideologinya, Rudy keluar dari tim.

Dalam pertengahan persidangan, perusahaan asuransi tersebut bermain curang. Mereka memaksa debitur untuk menandatangani isi perjanjian.

Tak hanya itu, dua orang yang bekerja di bagian klaim asuransi mengundurkan diri. Padahal mereka dipaksa oleh pemilik perusahaan, dengan alasan mengamankan data perusahaan agar tidak bocor, tentang kecurangan.

Ternyata tak hanya keluarga mereka yang diperlakukan sedemikian rupa. Banyak keluarga yang mengajukan klaim asuransi juga tak didengarkan. Namun kesaksian tersebut dianggap tidak sah.

Namun, pada akhirnya CEO perusahaan asuransi tersebut mengakui. Bahwa dari 11.980 orang yang mengklaim asuransi, hanya beberapa yang diterima sedangkan 9.302 klaim ditolak dengan dasar alasan yang tidak jelas.

Karena pengakuan itulah, juri memutuskan untuk menghukum perusahaan asuransi dengan $50.000.000 juta dollar. Namun, CEO perusahaan asuransi kabur dengan alasan berlibur.

Setelah putusan itu, ternyata perusahaan tak mampu membayar uang tersebut. Perusahaan pun bangkrut, pihak keluarga yang meninggal pun tak mendapatkan uang sepeserpun.

Namun, nyatanya uang tersebut tidak penting. Keluarga sudah cukup senang karena perusahaan asuransi tersebut gulung tikar. Agar tidak ada lagi korban selanjutnya, akibat kejahatan yang dilakukan oleh perusahaan itu.

Nama Rudy pun mencuat, statusnya yang bisa dibilang baru lulus ujian pengacara, berhasil mengalahkan seorang pengacara profesional dan terkenal.