Dididik Oleh Ayah Brutal, Adolf Hitler Menjelma Jadi Diktator Sadis

Senin, 01 Maret 2021 – 20:06 WIB

Foto: trend.at

Foto: trend.at

REQNews.com -- Sebuah buku, berjudul Hilter's Father: How the Son Became a Dictator, membalikan pendapat ilmiah tentang bagaimana pemimpin Nazi dibentuk menjadi seorang diktator.

Buku ditulis Roman Sandgruber, profesor emeritus Universitas Linz, setelah mempelajari 31 surat yang ditulis Alois Hitler, ayah Adolf Hitler, kepada orang yang menjual tanah pertanian kepadanya tahun 1895. Saat itu Adolf Hitler berusia enam tahun.

Sandgruber membalikan anggapan sejarawan tentang Alois, yang disebut petani sederhana, sering duduk di kedai minum dan memelihara lebah. Alois, menurut Sandgruber, sebenarnya karakter yang lebih rumit dan menganggap diri sebagai orang yang tahu segala.

Alois memelihara lebah karena berambisi menjadi petani terhormat. Ia selalu ingin meninggikan diri di atas orang lain. Ia menghabiskan waktu di kedai minum karena di tempat itu ia bisa berbicara politik.

Di rumah, Alois mendominasi keluarganya. Ia sangat waspada terhadap penguasa, menentang kekuasaan dan pengaruh gereja dalam politik.

Sifat-sifat ini diturunkan ke Adolf Hitler, putra keduanya, kendati ada peristiwa yang peristiwa sempat memberontak.


Anak Pembantu

Alois lahir 1837 di Strones, Austria bagian bawah, dengan nama keluarga Schicklgruber. Ia anak tidak sah seorang wanita petani bernama Maria Schicklgruber.

Ibunya meninggal ketika Alois berusia sembilan tahun. Ia dibesakan Johann Hiedler, seorang petani dan saudara laki-laki ayah tirinya.

Ia sempat berkarier singkat sebagai tukang sepatu. Direkrut militer sebagai petugas bea cukai dan bertahan selama 40 tahun.

Sempat diangkat sebagai inspektur, tapi tak punya kualifikasi untuk mendapatkan posisi lebih tinggi.

Alois punya tiga istri; Anna Glasl-Hörer -- putri pejabat bea cukai dan berusia 14 tahun lebih tua saat menikah tahun 1873.

Keduanya berpisah ketika Anna makin tua. Alois menikah lagi dengan Franziska Matzelsberger, yang 24 tahun lebih muda. Franziska melahirkan Alois Jr, kakak Adolf Hitler.

Dua tahun setelah melahirkan putranya, Franziska meningga akibat penyakit paru. Alois menikah lagi dengan Klara Polzl yang enam tahun menjadi pembantu rumah tangganya. Dari rahim Polzl lahir Adolf Hitler.

Studi Sandgruber terhadap Klra Polzl juga menarik. Sejarawan kerap menggambarkan Polzl sebagai ibu rumah tangga penurut, tapi surat-surat Alois memperlihatkan wanita itu memiliki semangat untuk memahami ekonomi rumah tangga.

Keluarga Alois-Polzl selalu berpindah-pindah. Selama 18 tahun pertama usia Adolf, kedua pasangan tinggal di 18 alamat berbeda.

Dua dari rumah yang pernah disewa terletak di Urfahr, dekat Linz, Austria, dan kemungkinan milik orang Yahudi terkaya di kota itu.


Anti-Semit

Sandgruber berteori di dua rumah itulah Adolf Hitler muda membangun sikap ant-Semitisme. Ia memelihara sentimen itu, dan melanjutkannya di Wina.

Kepada Der Spiegel, Sandgruber mengatakan; "Alois adalah ayah yang sangat otoriter. Ia memukuli Adolf melampaui batas."

Hukuman terhadap Adolf semakin berat setelah Alois Jr, putra tertua, melarikan diri dari rumah dan tertangkap polisi karena mencuri.

Penelitian Sandgruber yang menarik adalah tulisan tangan Alois dan Adolf nyaris identik. Itu menunjukan betapa Adolf meniru Alois sepenuhnya.

Satu-satunya pemberontakan Hitler terhadap ayahnya adalah ketika menolak menjadi pegawai negeri. Adolf saat itu berkeras ingin menjadi seniman.

Setelah 40 tahun berkarier di bea cukai, Alois pensiun. Menggunakan uang Polzl, Alois membeli sebidang tanah pertanian seluas 20 acre, atau 8 hektar, dari Josef Radlngger -- seorang pembuat jalan.

Alois menjalin persahabatan dengan Radlegger dan sering berkirim surat. Surat-surat kepada Radlegger itulah yang menjadi dasar studi dan penulisan buku ini.

Setelah dua tahun menjadi petani, Alois menjual tanah itu karena bank menolak pengajuan pinjamannya.

Radlegger rupanya menyimpan surat-surat Alois dengan baik. Lima tahun lalu, cicit Radlegger menemukan tumpukan sura-suratn Alois di loteng, dan menyerahkannya kepada Sandgruber.

"Penemuan surat-surat ini memberi pandangan baru tentang masa kecil Adolf Hitler dan ayahnya," Sandgruber menyimpulkan.