Netizen Bakal Kaget! Nih Kecanggihan Pesawat KF-X Buatan Indonesia-Korsel, Terima Kasih Prabowo

Senin, 12 April 2021 – 10:00 WIB

Foto: defenseworld.net

Foto: defenseworld.net

JAKARTA, REQnews - Korea Selatan (Korsel) meluncurkan prototipe KF-X yang dipimpin Presiden Moon Jae-in di di Sacheon, Propinsi Gyeongsang Selatan, Jumat 9 April 2021. Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto pun turut serta menghadiri peluncuran tersebut bersama 20 pejabat Indonesia lainnya.

KF-X atau Korean Fighter Expert adalah jet tempur multi peran hasil program pengembangan kolaborasi Indonesia-Korsel yang diupayakan sejak tahun 2016. Lalu seperti apa kecanggihan pesawat jet tempur tersebut?

Pesawat jenis KF-X tersebut memiliki panjang 51,3 kaki (15,6 meter), dengan panjang sayap 35,2 kaki (10,72 meter), dan berat maksimum untuk take off 53.200 lb, dengan kecepatan maksimum hingga 1,9 Mach.

Jet tempur ini sekilas memiliki bentuk menyerupai F-22 Raptor dengan mesin 2 dengan sayap tegak ganda dan rancangan kokpit serta bagian depan fuselage serupa. Tak hanya itu, pada kompartemen bomb bay-nya pun tersembunyi.

KF-X akan dilengkapi rudal udara-ke-udara MBDA Meteor dan Diehl (Infra Red Imaging System Tail/Thrust Vector-Controlled) IRIS-T.

IRIS-T adalah program yang dipimpin Jerman untuk mengembangkan rudal udara-ke-udara inframerah jarak pendek untuk menggantikan Sidewinder AIM-9 yang digunakan di beberapa negara anggota NATO.

KF-X akan memiliki versi kursi tunggal dan ganda yang didukung oleh dua mesin General Electric F414. Pesawat supersonik ini juga dilengkapi sistem radar yang bisa menangkap pergerakan lawan dari segala penjuru. Sistem itu juga bisa menangkap pergerakan sejumlah lawan.

Meski Indonesia belum melakukan pelunasan biaya pengembangan pesawat tersebut. Namun, tampaknya sudah terpampang bendera Indonesia di bawah kokpit pesawat, berdampingan dengan bendera Korsel.

Sebelumnya, Indonesia berjanji mendanai 20 persen, atau 1,7 triliun won (Rp 21,9 triliun), dari total biaya pengembangan 8,8 triliun won (Rp 114,7 triliun) dengan imbalan 50 pesawat plus transfer teknologi. Hingga kini, belum ada kabar mengenai pembicaraan pelunasan biaya pengembangan pesawat tersebut.