Ungkap Ratusan Pelanggaran dalam Sekejap, Ini Kecanggihan ETLE Mobile Polri

Kamis, 12 Agustus 2021 – 14:45 WIB

Ipda Rolling dan Fitra Eri melakukan patroli untuk memantau pengendara yang melakukan pelanggaran (Foto: YouTube Fitra Eri)

Ipda Rolling dan Fitra Eri melakukan patroli untuk memantau pengendara yang melakukan pelanggaran (Foto: YouTube Fitra Eri)

JAKARTA, REQnews - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) Mobile untuk menindak pelanggar lalu lintas di berbagai ruas Ibu Kota.

Secara fungsi, ETLE Mobile sebenarnya sama seperti ETLE biasa, yaitu untuk merekam berbagai pelanggaran yang dilakukan para pengendara kendaraan bermotor. Bedanya ETLE Mobile dan ETLE biasa hanya terletak pada posisi penempatannya.

ETLE biasa hanya ditempatkan di titik strategis tertentu, seperti lampu lalu lintas atau persimpangan. Sementara pada ETLE mobile ini akan ditempatkan di seragam atau kendaraan petugas kepolisian dan terus bergerak mengikuti patroli yang dilakukan petugas.

Salah satunya dipasang pada mobil Ditlantas Polda Metro Jaya seperti yang diunggah akun YouTube Fitra Eri "MAZDA 6 INI MAMPU UNGKAP RATUSAN PELANGGARAN DALAM SEKEJAP!" yang diunggah pada 6 Mei 2021. Ia diundang untuk ikut berpatroli dengan mobil polisi yang sudah dilengkapi dengan ETLE Mobile.

Bersama dengan Ipda Rolling, Youtuber tersebut diajak berkeliling untuk memantau pengendara yang melakukan pelanggaran. "Jadi alat ini sifatnya merekam, baik kendaraan roda empat maupun roda dua yang sedang berkendara," ujar Rolling.

Dari pemantauan yang dilakukan Ipda Rolling dan Fitra Eri di jalanan Ibu Kota, nyatanya masih banyak pengendara yang melakukan pelanggaran. Mereka pun menemukan pelanggar lalu lintas yang melakukan putar balik kendaraan di sekitar taman, yang padahal itu dilarang.

"Kok mereka melanggar meskipun ada mobil polisi di belakang. Saya yakin mereka pasti melihat ada mobil polisi, apa mereka sangat yakin jika mobil polisi ini tidak bisa menangkap mereka. Karena mereka berfikir putar balik di jalan yang sangat sempit, jadi mereka sudah bisa lolos dari jerat hukum. Padahal tidak, ada ETLE ini," ujar Fitra.

Rolling pun membenarkan pendapat Fitra. Ia mengatakan bahwa secara tak sadar, pelanggaran yang mereka lakukan telah terekam dalam kamera ETLE Mobile tersebut. Sehingga memudahkan pihak kepolisian untuk melacak dan melakukan penilangan. 

Karena saat ini, pihak kepolisian tak harus menangkap pelaku pelanggaran secara langsung, dengan bukti rekaman saja telah menjadi bukti hukum. "Setelah ini, nanti akan ada bagian dari operator ETLE yang akan menentukan pelanggarannya apa saja," ujar Rolling.

Cara kerja alat tersebut pada tahap pertama, secara otomatis kamera dengan resolusi tinggi itu akan menangkap pelanggaran lalu lintas. Lalu dari hasil rekaman itu akan dimonitor dan mengirimkan media barang bukti pelanggaran.

Petugas kemudian melakukan identifikasi data kendaraan menggunakan Electronic Registration & Identifikasi (ERI) sebagai sumber data kendaraan.

Setelah itu, petugas mengirimkan surat konfirmasi ke alamat publik kendaraan bermotor untuk permohonan konfirmasi atas pelanggaran yang terjadi. Selanjutnya, pemilik kendaraan melakukan konfirmasi via Website atau datang langsung ke kantor Sub Direktorat Penegakan Hukum.

Terakhir, petugas menerbitkan tilang dengan metode pembayaran via BRIVA untuk setiap pelanggaran yang telah terverivikasi. Jika pemilik kendaraan tidak melakukan konfirmasi, maka imbasnya STNK akan diblokir untuk sementara waktu.