On the Job: The Missing 8, Kenyataan Pahit di Filipina, Gangster Adalah Politisi

Sabtu, 11 September 2021 – 23:57 WIB

Foto: nylonmanila.com

Foto: nylonmanila.com

Venice, REQNews.com -- Sutradara Erik Matti melihat dari dekat kenyataan pahit Filipina dalam On the Job: The Missing 8 -- film yang saat ini berkompetisi di level utama Festival Film Venice, Italia.

Film bercerita tentang Sisoy Salas (John Arcilla), wartawan korup dari kota fiksi Lap Paz, yang menyelidiki rekan-rekannya yang hilang saat menangani korupsi, berita palsu, dan sensor media di Filipina.

Sisoy bergabung dengan Roman (Dennis Trillo), pembunuh bayaran yang membantu Sisoy. Roman adalah bagian dari sindikat kejahatan yang membebaskan sementara narapidana untuk melakukan pembunuhan politik.

Semula, Matti membuat film ini -- seperti yang ditampilkan di Cannes Directors' Fortnight -- untuk layar lebar. Namun, film dikerjakan ulang sebagai seri enam bagian HBO Asia Original yang tayang pada 12 September Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Produser Ronald Monteverde mengatakan senang melihat kemitraan ini. "Kini orang dapat melihat film ini dalam skala global," katanya selama konferensi pers di Venice.

Quark Henares dari Globe Studios mengatakan cerita berdurasi 208 menit ini sebenarnya diterjemahkan dengan sangat baik menjadi sebuah seri.

"Saya ingat ketika Matti memberi tahu soal berapa lama potongannya, yang menghasilkan seember keringat," kata Henares sambil tertawa. "Syukurlah semua berhasil."

Menurut Matti, fakta bahwa film ini tampil di festival film besar dan menemukan jalan ke HBO membuktikan betapa tidak perlu lagi meragukan kemampuan diri sendiri. Sebelumnya banyak orang mengatakan film ini terlalu lokal, terlalu sulit diikuti, tapi sekarang komunitas internasional menyaksikannya.


Kenyataan Pahit

Film dibuka dengan narapidana Tatang dan Daniel, yang dibebaskan sementara untuk melakukan pembunuhan seorang politisi kuat. Polisi veteran Joaquin menangani kasus ini, tapi usahanya digagalkan ketika detektif Francis masuk.

Saat perburuan para pembunuh berlanjut, Joaquin bersikukuh pada tugasnya. Francis menghadapi tekanan hebat dari ayah mertua yang politisi dan sekutunya yang kuat, yaitu Jenderal Pacheco.

Bukti persekongkolan sampai ke La Paz. Surat kabar dan penerbit lokal Arnel Pangan dikepung karena keyakinan politiknya, yang membuat Sisoy Salas kecewa.

Sisoy mencari rekan-rekannya yang hilang, tapi harapannya menemukan mereka hidup-hidup musnah. Seorang saksi mata muncul ketika sindikat kriminal menghilangkan mereka.

Di penjara, Roman berjuang dengan politik internal penjara sambil menyembunyikan bukti kunci yang dibutuhkan Sisoy. Akhirnya, Sisoy dan Roman saling bantu untuk sampai ke akar pembunuhan.

Roman melakukan semua itu untuk memperjuangkan kebebasannya. Sisoy menjalankan rencana mengungkap kejahatan politik yang membahayakan keluarganya.


Gangster dan Politik

Matti menyukai cerita gangster dan thriller politik. Di Filipina keduanya ada, dan Matti tahu itu berbahaya.

"Saya senang mengambil sesuatu yang begitu serius dan politis, bahkan sangat berbahaya," kata Matti saat ditanya tentang kemungkinan konsekuensi yang menunggu pemain dan kru setelah kembali ke Filipina.

"Mungkin kami tidak dalam bahaya karena kami mengubah sesuatu yang serius menjadi sinematik," lanjutnya.

Henares mengatakan; "Erik Matti suka ganster dan thriller politik. Di Filipina, gangster adalah politisi. Itulah sesuatu yang unik di negara kami."