Mengulas KRI Cakra-401 Andalan TNI AU, Bisa Nyelam Dalam Banget

Selasa, 16 November 2021 – 22:30 WIB

KRI Cakra-401

KRI Cakra-401

JAKARTA, REQnews - TNI Angkatan Laut (AL) memiliki sejumlah kapal selam yang terbilang canggih dan perkasa di masa kini, salah satunya adalah KRI Cakra-401.

Namanya diambil dari pewayangan sebagai budaya Indonesia, KRI Cakra adalah kapal selam buatan Jerman pada 1981, bertipe 209/1300 yang banyak dipakai angkatan laut negara-negara lain.

Alutsista yang satu ini merupakan kapal kedua yang menyandang nama Cakra dalam jajaran TNI AL, setelah kapal pertama KRI Tjakra (ejaan lama) buatan Uni Soviet tahun 70-an, namun bukan kapal selam.

KRI Cakra berlayar dengan motto Wira Ananta Rudira (Tabah Sampai Akhir), yang kini dikomandoi Mayor Laut Haran Al Hasan Budi Setiawan sejak 2018.

Sebagai salah satu armada pemukul TNI Angkatan Laut, KRI Cakra ini sempat bertugas bersama kapal legendaris KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali pada April 2021 lalu.

Keduanya sama-sama berasal dari Jerman Barat, dan tahun pemesanan serta ketibaannya di Tanah Air juga sama.

Ditenagai motor listrik Siemens jenis low-speed yang disiarkan langsung tanpa gear pengurang putaran melalui shaft ke baling-baling kapal, daya yang mampu dikirim dari sistem ini adalah 5000 shp (shaft horse power)

Kemudian, tenaga motor listrik datang dari baterai-baterai besar yang beratnya sekitar 25 persen dari berat kapal. Baterai dibuat oleh Varta (low-power) dan Hagen (hi-power).

Untuk tenaga baterai diisi oleh generator yang diputar oleh 4 buah mesin diesel MTU jenis supercharged. Senjata terdiri dari 14 buah terpedo buatan AEG, diincar melalui periskop buatan Zeiss yang diletakan disamping snorkel buatan Maschinenbau Gabler.

Terkait bobotnya, KRI Cakra memiliki berat selam 1,395 ton. Dengan dimensi 59,5 meter x 6,3 meter x 5,5 meter. Ditenagai oleh mesin diesel elektrik, 4 diesel, 1 shaft menghasilkan 4,600 shp. Sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 21,5 knot dan diiawaki oleh 34 pelaut.

Urusan persenjataan, jangan main-main sama KRI yang satu ini. Sebagai bagian dari armada pemukul KRI Cakra dipersenjatai 14 buah torpedo 21 inci dalam 8 tabung.

Pada Oktober 2021 lalu, KRI Cakra masih dalam tahap perbaikan dan uji coba program Nominal Diving Depth (NDD) oleh PT PAL.

Dalam program tersebut, KRI Cakra-401 mampu mencapai kedalaman 85,7 meter dalam melaksanakan kecepatan maksimum, sesuai prosedur NDD pada kapal selam kelas U 209.

Tidak hanya balingan maksimum dan kedalaman maksimal yang tercapai, namun capaian perfomance yang diharapkan telah tercapai sehingga pada 14 Oktober 2021 KRI Cakra-401 kembali tiba di Dermaga Fasilitas Kapal Selam PT PAL Indonesia (Persero) untuk melanjutkan penyelesaian akhir program Overhaul.