Bisa Jadi Jembatan, Ini M3 Amphibious Pontoon Kendaraan Tempur di Darat dan Air

Minggu, 21 November 2021 – 09:05 WIB

 M3 Amphibious Pontoon (Foto:jakartagreater.com)

M3 Amphibious Pontoon (Foto:jakartagreater.com)

JAKARTA, REQNews - Kepala Staf Divisi Infanteri2 Kostrad Brigjen TNI Tjaturputra G Genah mengatakan M3 Amphibious Pontoon merupakan kendaraan ampfibi yang bisa bergerak di darat maupun air.

Kendaraan ini bisa digunakan untuk melakukan hal-hal khusus dalam perang. Dengan dilengkapi dua sisi ponton, jika digelar bisa digunakan untuk jembatan maupun veri penyebrangan kendaraan perang dengan bobot berat.

Batalyon Zoni Tempur (Yonzipur) 10 Divif 2 Kostrad baru-baru ini menggelar latihan menggunakan kendaraan tempur M3 Amphibious Pontoon di Sungai Ngotok, atau anak Sungai Brantas di Lingkungan Balong Cangkring, Kelurahan Cakarayam, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

"Sebanyak 8 unit kendaraan Amphibious Ponton yang digunakan dalam latihan ini. Jika dirangkaikan bisa menjadi jembatan sepanjang 100 meter lebih" terang Tjaturputra, Sabtu 20 November 2021.

Saat ini, TNI Angkatan Darat (AD) memiliki alustsista yang memiliki bobot berat, seperti Tank Leopard yang memiliki bobot hingga 60 ton. Kondisi geografis wilayah Indonesa yang beraneka ragam dan memiliki banyak sungai, sehingga TNI AD memerlukan kendaraan tempur yang mampu membawa alutsisa dengan bobot berat.

Kondisi geografis Indonesia, dibutuhkan kendaraan yang mampu bermanuver di darat maupun di sungai untuk melakukan pengangkutan alutsista berat saat operasi" ujarnya.

M3 Amphibious Pontoon pertama kali diperkenalkan pada perang Iraq. M3 Amphibious Rig telah digunakan sejak 1999, hingga sekarang masih diproduksi. Kendaraan ini memiliki panjang 13.03 m, lebar 3.35 m dan tinggi 3.97 m dengan berat total 26 ton.

Alat perang ini dilengkapi mesin Diesel 289 kW sehingga dapat mencapai kecepatan maksimal 80 km per jam dengan jarak tempuh 750 km di darat. Kemudian 14 km per jam di air.