IFBC Banner

Memiliki Kemampuan Perang Empat Matra Sekaligus, Ini Kegarangan KRI I Gusti Ngurah Rai-332

Rabu, 15 Desember 2021 – 12:35 WIB

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 (Foto:PT PAL)

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 (Foto:PT PAL)

JAKARTA, REQNews - KRI I Gusti Ngurah Rai-332 menjadi salah satu kapal superior yang diandalkan TNI AL. Kapal ini memiliki kemampuan untuk perang empat matra sekaligus, yakni perang permukaan sesama kapal perang, perang bawah air melawan kapal selam, perang udara dengan pesawat tempur, dan perang elektronika, serta mampu mengacaukan sistem persenjataan dan kendali dari kapal perang musuh.

Kapal perang ini dibekali meriam utama OTO Melara 76/62 mm Super Rapid Gun, peluru kendali permukaan-ke-permukaan Exocet MM40 Block 3 yang jarak jangkaunya bisa sampai sejauh 180-200 km.

Dengan kemampuan ini, diharapkan akan membuat efek gentar bagi Negara lain yang melintas tanpa ijin di wilayah teritorial Indonesia.

Dari laman resmi PT PAL, pada November 2020, KRI I Gusti Ngurah Rai-332 telah selesai dilakukan Fitted For But Not With (FFBNW) atau memperbarui sistem teknologi dan persenjataan. Dengan selesainya proyek FFBNW ini maka KRI I Gusti Ngurah Rai-332 siap dioperasikan sesuai dengan fungsi asasinya sebagai kapal kombatan.

Proyek FFBNW Kapal PKR terbagi dalam 4 segmen pengerjaan yaitu persiapan, pemasangan (install), integrasi sistem dan pengujian, serta SAT dan delivery.

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 memiliki panjang total 105,11 meter dan berat 2.365 ton merupakan kapal perang kelas lightfregat atau perusak kawal rudal (PKR) yang dilengkapi dengan sistem persenjataan meriam utama 76 mm dan dipersenjatai dengan sistem rudal permukaan ke udara (SAM), sistem pertahanan diri (Close in Weapon System-CIWS) 35 mm, sistem pelontar torpedo, dan sistem rudal permukaan ke permukaan (SSM).

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 memiliki kemampuan peperangan elektronik melalui sistem Electronic Counter Measure (ECM) dan Electronic Support Measure(ESM) yang telah terintegrasikan dalam Combat Management System (CMS) yang dimiliki KRI I Gusti Ngurah Rai-332.