Ingat KRI Rencong 622? Canggih dan Ganas tapi Sayang Hanya Tinggal Nama Saja

Senin, 20 Desember 2021 – 20:02 WIB

KRI Rencong 622

KRI Rencong 622

JAKARTA, REQnews - Selasa 11 September 2018 adalah hari kehilangan yang begitu besar bagi TNI Angkatan Laut (AL). Bagaimana tidak, salah satu alutsista andalan mereka yakni KRI Rencong 622 mengalami kebakaran dan tenggelam di perairan Sorong, Papua Barat.

Tenggelamnya KRI Rencong terjadi sehari setelah upacara HUT ke-73 TNI AL. Namun, patut disyukuri, karena tragedi ini tidak menelan korban jiwa.

Padahal, KRI Rencong sebelumnya menjadi salah satu kapal patroli utama berjenis Kapal Cepat Rudal (KCR), dengan kemampuan yang tak bisa dianggap remeh.

Dibuat di galangan kapal Tacoma SY, Masan, Korea Selatan paa 1979, KRI Rencong merupakan kapal dengan kelas yang sama seperti KRI Mandau (621), KRI Badik (622) dan KRI Keris (642).

Kapal ini didesain dengan kecepatan tinggi, yang badannya dibuat dari aluminium sehingga lebih ringan dalam bergerak. Ditambah degan mesin gas turbin General Electric LM 1500, didukung dua mesin diesel untuk kecepatan rendah, yang kombinasi kedua jenis mesin tersebut mampu mencapai 40 knot.

Pada awalnya, KRI Mandau dirancang dengan sistem persenjataan yang dilengkapi Rudal Aerospatiale MM-38 Exocet sebanyak 4 pucuk (2x2).

Rudal ini mampu mencapai jangkauan maksimum 42 kilometer (23 mil laut), dengan kecepatan 0,9 mach, berhulu ledak 165 kg. Rudalnya didukung pemandu active radar homing, bersifat jelajah inersia dan sea-skimmer.

Namun, seiring waktu, terjadi perubahan pada rudal tersebut, setelah adanya kerja sama dengan China Exocet, sehingga rudal yang dipakai untuk KRI Rencong 622 adalah C-802 buatan SACCADE.

Meriam pada kapal ini juga pasti bikin musuh gemetaran. KRI Rencong dilengkapi meriam Bofors 57 mm/70: 1 pucuk, kecepatan tembakan 200 rpm, berjangkauan maksimum 17 km (9,3 mil laut) dengan berat amunisi 2,4 kg, anti kapal, pesawat udara, helikopter, rudal balistik, rudal anti kapal, berpemandu tembakan Signaal WM28.

Lalu, meriam Bofors 40 mm/70: 1 pucuk, kecepatan tembakan 300 rpm, dengan jangkauan maksimum 12 km (6,6 mil laut) dengan berat amunisi 0,96 kg, anti kapal, pesawat udara, helikopter, rudal balistik, rudal anti kapal. Kanon Penangkis Serangan Udara (PSU) Rheinmetall 20 mm: 2 pucuk, kecepatan tembakan 1000 rpm, dengan jangkauan efektif 2 km dengan berat amunisi 0,24 kg, anti pesawat udara, helikopter.

KRI Rencong juga dilengkapi radar MR-302/Strut Curve Radar kontrol tembakan MR-123 Vympel/Muff Cob.