Segera Tayang! Ini Sinopsis 'Miracle in Cell No.7' Versi Indonesia: Kisah Satire dari Balik Penjara

Jumat, 15 April 2022 – 17:31 WIB

Film Miracle in Cell No.7

Film Miracle in Cell No.7

JAKARTA, REQnews - Kabar gembira untuk para pecinta film dan drama Korea! Film populer Korea yang sempat booming di tahun 2013 silam, "Miracle in Cell No.7" telah di-remake ke dalam versi Indonesia.

Diketahui, film Miracle in Cell No.7 sendiri bercerita tentang seorang pria cacat mental yang dipenjara karena kejahatan yang tidak pernah ia perbuat. Hingga akhirnya, para narapidana dalam satu sel tempat ia ditahan bahu-membahu membantu pria tersebut untuk bertemu putrinya lagi meski harus melanggar aturan.

Versi Indonesia film ini bakal diproduksi Falcon Pictures dan disutradarai oleh sutradara kawakan Hanung Bramantyo. Miracle in Cell No.7 versi Indonesia bakal dibintangi sederet aktor handal Tanah Air, seperti Vino G. Bastian, Mawar de Jongh, Graciella Abigail, Indra Jegel, Rigen, Denny Sumargo, Bryan Domani, Tora Sudiro, dan Indro Warkop.

Film yang bakal menguras airmata penonton ini dijadwalkan tayang di bioskop pada September 2022 mendatang. Berikut sinopsis Miracle in Cell No.7 versi Korea yang remake-nya akan segara tayang di Indonesia.

Alkisah ada seorang pria berusia 40 tahunan bernama Lee Yong Go mengalami cacat mental dan memiliki kecerdasan yang sangat rendah. Dia bekerja sebagai tukang parkir dan memiliki anak perempuan satu-satunya yang cantik dan cerdas bernama Ye Sung.

Suatu ketika Ye Sung tertarik dengan sebuah tas bergambar Sailor Moon di sebuah toko. Namun Lee Yong Go belum bisa memberikan tas tersebut kepada putrinya, dan ia berjanji akan membelikan tas itu setelah mendapatkan uang.

Namun tas Sailor Moon itu terlanjur dibeli oleh seorang anak perempuan yang datang ke toko bersama orang tuanya. Lee Yong Go segera masuk dan meminta agar tas tersebut tidak dibeli.

Ternyata ayah dari anak perempuan itu merupakan seorang Komisaris Jenderal Kepolisian yang sombong. Ia pun langsung memukuli Lee Yong Go.

Setelah kejadian tersebut anak Komisaris Jenderal Polisi bernama Ji Yeong menemui Lee Yong Go lalu memberitahu bahwa ada toko lain yang menjual tas yang sama.

Tidak disangka, Ji Yeong terpeleset hingga meninggal dunia. Lee Yong Go dituduh membunuh Ji Yeong karena kepala Ji Yeong terluka dan di sebelahnya ada sebuah batu bata.

Selain itu, Lee Yong Go juga dituduh memperkosa Ji Yeong karena ia sempat membuka celana anak tersebut dan memberi pernapasan buatan dari mulut ke mulut sesuai dengan cara menyelamatkan orang pingsan yang diketahui Lee Yong Go saat pelatihan menjadi tukang parkir.

Karena kecerdasannya yang rendah, Lee Yong Go tidak dapat membuat pernyataan pembelaan diri saat di pengadilan. Ia juga diancam oleh Komisaris Jenderal Polisi tersebut untuk mengaku, jika tidak, putrinya Ye Sung akan dibunuh.

Nahas, Lee Yong Go akhirnya divonis hukuman mati, dan dipenjara di sel No.7 bersama dengan narapidana berbahaya lain. Setelah sempat dimusuhi dan dipukuli oleh para narapidana di sel tersebut, tak disangka akhirnya Lee Yong Go bersahabat dengan narapidana dalam sel No.7.

Bahkan, mereka berusaha bahu-membahu membantu Lee Yong Go bertemu dengan putri kecilnya hingga nekat "menyelundupkan" Ye Sung menggunakan kardus roti.