Ulasan 'Cyber Hell: Exposing an Internet Horror': Ungkap Ngerinya Kasus Eksploitasi Seksual Nth Room

Jumat, 22 April 2022 – 05:01 WIB

Film baru Netflix berjudul 'Cyber Hell: Exposing an Internet Horror'

Film baru Netflix berjudul 'Cyber Hell: Exposing an Internet Horror'

JAKARTA, REQnews - Ada satu lagi nih film baru Netflix yang sayang jika dilewatkan! Adalah film dokumenter berjudul "Cyber Hell: Exposing an Internet Horror" yang bakal tayang pada 18 Mei 2022 mendatang.

Film ini mengangkat kisah nyata kasus eksploitasi seksual Nth Room yang pernah menggemparkan Korea Selatan pada tahun 2020 silam.

Nth Room adalah kasus ruang obrolan Telegram yang dijadikan tempat transaksi video kekerasan dan pelecehan seksual wanita termasuk mereka yang masih di bawah umur. Yang mengejutkan, pelakunya kebanyakan remaja.

Menurut pihak Netflix, film ini sengaja diproduksi untuk mengeksplorasi sekaligus mengungkap kebenaran yang sesungguhnya di balik kasus Nth Room.

Di film Cyber Hell: Exposing an Internet Horror ini nantinya akan diperlihatkan bagaimana kekejaman Jo Joo Bin, tersangka utama sekaligus dalang di balik ruang obrolan Telegram tersebut. Ada pula wawancara dengan 24 orang yang terlibat dalam kasus Nth Room, termasuk reporter, produser dan petugas polisi.

Menurut laporan, awalnya para pelaku kasus Nth Room menciptakan ruang obrolan sendiri (Telegram) dengan jaminan identitas rahasia. Dalam ruang itu, mereka melakukan kejahatan keji seperti ancaman melalui peretasan, transaksi ilegal menggunakan cryptocurrency, pelecehan geng, hingga eksploitasi di bawah topeng ID anonim.

Nth Room disebut sebagai jenis kejahatan baru yang tidak pernah terjadi di Korea Selatan sebelumnya. Saat kasus masih bergulir, para pelaku bahkan berani menantang hingga mengolok-olok otoritas investigasi Korea Selatan.

Lebih mencengangkan lagi, kejahatan seks cyber yang mereka lakukan menyasar banyak korban di bawah umur. Para pelakunya juga kebanyakan anak muda. Berpikir bahwa hukum tidak berlaku bagi mereka yang di bawah umur, membuat para pelaku sesumbar bahwa mereka tidak akan pernah tertangkap.

Saat menggali dan menyelidiki kasus Nth Room, para investigator sampai tak habis pikir dengan kejahatan yang dilakukan para pelaku.

Sementara itu, sang sutradara, Choi Jin Seong mengatakan bahwa film garapannya ini akan mengupas tuntas seputar kasus Nth Room yang selama ini hanya terlihat dari luarnya saja.

"Metode kriminal mereka jauh lebih kompleks dan canggih daripada yang kita ketahui. Pengejaran para penjahat, dalam hal ini, juga jauh lebih ganas dan panas dari yang kita tahu," kata Choi Jin Seong, dikutip Jumat, 22 April 2022.

Ia juga menjelaskan bahwa film dokumenter ini akan menggambarkan pula betapa sulit dan sengitnya pihak berwenang berjuang menangkap para penjahat Nth Room.

Sebagai informasi, pada Februari 2021 lalu, Jo Joo Bin (25 tahun) selaku tersangka utama yang mengoperasikan Telegram Nth Room sudah divonis 45 tahun penjara.

Jo Joo Bin juga dihukum untuk memakai alat pelacak lokasi elektronik selama 5 tahun setelah dibebaskan, 40 jam penyelesaian program perawatan kekerasan seksual, dan larangan akses ke taman kanak-kanak dan sekolah menengah pertama serta menengah atas.

Kemudian, rekannya yang bernama Moon Hyung Wook juga telah dijatuhi hukuman 34 tahun penjara. Dia merupakan pencipta grup obrolan eksploitasi seksual online Nth Room yang dipanggil dengan sebutan 'God'. Moon Hyung Wook terbukti telah membagikan setidaknya 3.700 klip porno dari para korban.