IFBC Banner

Terlibat Kasus Dugaan Korupsi, Ini Spesifikasi Heli AW-101

Rabu, 25 Mei 2022 – 19:30 WIB

Helikopter angkut AgustaWestland 101 (AW-101)

Helikopter angkut AgustaWestland 101 (AW-101)

 

JAKARTA, REQnews - Kasus dugaan korupsi pengadaan helikopter angkut AgustaWestland 101 (AW-101) terus berlanjut. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan Direktur PT Diratama Jaya Mandiri, Irfan Kurnia Saleh atau John Irfan Kenway.

Seperti apa spesifikasi heli AW-101?

 

Dikutip dari situsnya, helicopters.leonardo.com, Rabu 25 Mei 2022, heli AW-101 didesain untuk beroperasi pada kondisi dengan iklim yang keras. Setidaknya ada 3 kategori penggunaan heli AW-101 ini yaitu heavy multi-mission, naval, dan SAR/CSAR.

 

 

 

Dengan 3 kategori itu, heli ini bisa digunakan untuk ragam hal mulai dari angkutan bagi prajurit militer, perbantuan, hingga evakuasi. Selain itu, heli ini bisa difungsikan untuk kepentingan operasi maritim hingga urusan search and rescue atau SAR.

Helikopter AW-101 ini dikenal bertenaga karena dia ditenagai tiga mesin Rolls-Royce Turbomecca RTM322-01 Turboshaft yang masing-masing mampu menyemburkan daya hingga 1.566 kiloWatt (2.100 shp).

 

Helikopter buatan perusahaan Leonardo Finmecanicca asal Inggris itu memiliki bobot 16 ton dan mampu mengangkut muatan seberat 5,5 ton.

AW 101 berjenis alat angkut berat bisa mengangkut hingga 38 orang, sedangkan jenis VVIP hanya 12 orang. Dikutip dari Antara, AW-101 merupakan helikopter angkut multi peran yang bisa dipergunakan kalangan sipil dan militer.

Panjang keseluruhan heli ini 22,83 meter. Kapasitasnya 2 pilot, 1 kru, dan 25 lebih tentara, di mana terdapat perlindungan balistik. Heli ini bisa melaju hingga 277 km/jam.

Heli ini juga dilengkapi kursi pelontar yang bisa berfungsi saat keadaan darurat. Selain itu, heli ini mendukung kemampuan mengisi bahan bakar di udara. Sedangkan untuk opsi persenjataan disebutkan seperti torpedo, rudal udara ke permukaan, hingga senjata lainnya.

Pada varian SAR tempur, AW-101 dilengkapi perlengkapan Eeectro optic/Infra Red, katrol tunggal atau ganda, area khusus perawatan pasien/korban pertempuran, sistem tali cepat.

Irfan merupakan tersangka tunggal kasus korupsi pengadaan Helikopter AW-101 di TNI AU pada 2016-2017. Dalam kasus ini belum ada tersangka dari pihak penyelenggara negara. Adapun kasus ini bermula saat TNI Angkatan Udara melakukan pengadaan satu unit helikopter Agusta Westland (AW)-101 pada 2016.