IFBC Banner

Review Pengabdi Setan 2 Communion: Opening Gokil Parah, Pocongnya Bikin Kesal!

Kamis, 04 Agustus 2022 – 16:32 WIB

Pengabdi Setan 2: Communion

Pengabdi Setan 2: Communion

JAKARTA, REQnews - Pengabdi Setan 2: Communion sudah tayang di seluruh bioskop di Tanah Air mulai Kamis 4 Agustus 2022.

IFBC Banner


REQnews.com akan mengulas sedikit alur cerita dan penilaian terhadap film horor garapan Joko Anwar ini. Apakah akan sesukses film pertamanya?

Opening yang Gila Banget!

Pengabdi Setan 2 dibuka secara keren dengan cerita yang berlatar tahun 1955 di Lembang, Jawa Barat. Seorang wartawan bernama Budiman (Egi Fedly) diculik baik-baik oleh sekelompok orang.

Ia dibawa ke Obesevatorium Bosscha Lembang. Tak disangka, Budiman bertemu dengan salah satu petinggi kepolisian yang berencana memberitahunya sebuah kejadian mengerikan.

Budiman diminta masuk ke dalam bangunan obsevatorium, dan betapa terkejutnya ia menyaksikan puluhan mayat terbungkus kain kafan dari kuburan, yang bersujud secara berjemaah di dalam ruangan.

Kepada sang polisi, Budiman bertanya, sesakit jiwa apa orang yang sudah menggali dan mengangkut puluhan mayat itu.

Namun, si polisi menunjukkan fakta lainnya. Bahwa banyak jejak kaki, yang diduga mayat-mayat itu jalan sendiri masuk ke dalam bangunan. Mengerikan!

Polisi itu meminta Budiman berpikir bagaimana caranya berita soal kejadian itu terbit di koran, apapun yang terjadi, meski banyak yang tak percaya sekalipun.

Alur Cerita Singkat

Cerita berlanjut beberapa puluh tahun setelah 1955. Di sebuah rusun di kawasan Jakarta Utara, Rini (Tara Basro) tinggal bersama adik-adiknya, yakni Toni (Endy Arfian) dan Bondi (Nasar Anuz) dan Bapak (Bront Palarae), setelah kematian sang Ibu (Ayu Laksmi) yang penuh petaka di film pertama.

Rupanya, banyak misteri tersimpan di rusun tersebut. Kejadian-kejadian mengerikan mulai menambah suramnya suasana, dan begitu gelapnya sinematografi racikan Joko Anwar.

Kengerian terjadi pada insiden jatuhnya lift di rusun, yang tak hanya menewaskan orang-orang di dalam lift, namun tiga anak perempuan juga ikut terlindas. Hanya satu yang selamat, yakni Bapak.

Mereka yang mati, kemudian menjadi hantu-hantu pocong sepanjang film.

Lalu, kejadian-kejadian mengerikan menyusul setelahnya. Terutama saat semua listrik di rusun padam ketika terjadi badai dan air mengepung kawasan sekitarnya.

Penghuni rusun banyak yang tiba-tiba menghilang, menambah suasana sunyi serta gelap.

Satu per satu misteri mulai terbongkar, dikuak oleh masing-masing pemeran, termasuk soal sejarah rusun tersebut. Tentu saja puncaknya adalah ketika Rini membuka koper rahasia yang selalu dikunci dalam sebuah lemari oleh bapaknya.

Rupanya, Bapak adalah dalang alias orang yang mengajak Ibu ikut dalam penyembahan atau pengabdian pada setan. Kemudian, Rini dan adik-adiknya tertangkap, dibawa di tengah-tengah para penyembah setan yang sedang ritual.

Dalam ritual tersebut, Bapak terbunuh. Nyaris saja Toni juga dibunuh, beruntung Budiman datang tiba-tiba menolong. Ia menggunakan sekoci untuk datang ke rusun tersebut.

Dari cerita Budiman, terungkap bahwa ada agenda besar yang ingin dilakukan oleh para penyembah setan.

Pocong yang Tak Seharusnya Bangkit

Satu catatan REQnews.com untuk film ini. Akan benar-benar terasa sempurna kengerian Pengabdi Setan 2, andaikan pocong-pocong tersebut tidak bangkit dan ikut ritual.

Rasanya cukup menggelitik melihat pocong-pocong berdiri, ikut dalam ritual penyembah setan. Bagaikan film-film horor yang tingkat ketidakrealistisannya begitu besar.

Peran pocong-pocong ini juga hanya sebatas menambah nuansa jumpscare di film, tidak begitu signifikan. Penonton tampaknya lebih penasaran pada misteri soal para penyembah alias pengabdi setan di rusun tersebut.

Tapi, secara keseluruhan, Pengabdi Setan 2: Communion garapan Joko Anwar bolehlah dikatakan sudah sekelas film horor Hollywood.