Penasaran akan Mandeknya Kasus HAM Tanah Air, Coba Baca Buku ini

Jumat, 30 Agustus 2019 – 09:30 WIB

Cover Buku Politik Hukum Pengadilan HAM di Indonesia (doc: istimewa)

Cover Buku Politik Hukum Pengadilan HAM di Indonesia (doc: istimewa)

JAKARTA, REQnews –Tak terhitung berapa banyak pelanggaran HAM berat yang terjadi di masa lalu. Namun penyelesaiannya bagai angin lalu, mandek, menguap dan ‘tak berbekas’.

Dalam buku yang berjudul 'Politik Hukum Pengadilan HAM di Indonesia' ini mengulas berbagai proses penyelesaian HAM melalui lembaga peradilan.

Buku yang ditulis oleh Syamsuddin Rajab ini, mempertanyakan secara kritis atas mandeknya sejumlah kasus pelanggaran HAM di Komnas HAM maupun di Kejaksaan Agung, termasuk bebasnya para terdakwa melalui putusan pengadilan.

Kecenderungan ini mengindikasikan adanya toleransi sekaligus menjadi ‘lorong gelap’ dalam mengaburkan jejak para pelaku.

Bahkan beberapa terduga sebagai pelaku telah berimigrasi ke dalam lingkaran kekuasaan dan memiliki bergaining politik secara berkelindang dengan para penentu kebijakan sehingga semakin sulit tersentuh proses hukum.

Akhirnya penulis melihat penegakan HAM di Indonesia adalah hal yang aneh bin ajaib, sangat menonjol karena ada kejahatan HAM, tetapi pelakunya tidak ada.

Maka, Rajab menyarankan agar UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Peradilan HAM serta aturan lainnya direvisi agar dinamika dan resposibilitasnya dapat menjangkau berbagai problem penegakan HAM yang tercecer.

Quo vadis, Perlindungan HAM Indonesia? (Binsasi