Mantul! Ini Fungsi Utama dan Kelebihan dari Smart SIM

Minggu, 22 September 2019 – 20:30 WIB

Ilustrasi Smart SIM (doc: istimewa)

Ilustrasi Smart SIM (doc: istimewa)

JAKARTA, REQnews - Korps Lalu Lintas Polri telah resmi meluncurkan Surat Izin Mengemudi (SIM) Pintar alias Smart SIM. Produk baru kepolisian ini diperkenalkan kepada masyarakat tepat pada perayaan ulang tahun Polisi Lalu Lintas Bhayangkara pada Minggu 22 September 2019.

Smart SIM merupakan terobosan baru yang dibuat kepolisian dengan mengubah desain dan menambah fungsi dari SIM. Sebenarnya SIM jenis baru ini sudah mulai dipromosikan sejak Agustus 2019.

Inovasi Smart SIM ini dilakukan untuk dalam menjawab revolusi industri 4.0. Sekaligus mengoptimalkan pelayanan lalu lintas berbasis IT guna mendukung program road safety yakni registrasi SIM Online dan Smart SIM

Fungsi utama Smart SIM ini salah satunya dapat menjadi uang elektronik dalam pembayaran tol, parkir, hingga naik kereta. Saldo uang elektronik Smart SIM maksimal Rp 2 juta.

Untuk layanan ini, pihak Polri bekerjasama dengan Bank BRI, BNI dan Mandiri.

Sedangkan aplikasi SIM online berfungsi untuk memudahkan masyarakat dalam pembuatan SIM. Tahap pendaftaran dan mengisi formulir bisa dilakukan dimana pun tanpa mengantre melalui situs SIM online.

Selain pendaftaran baru, registrasi online ini juga berlaku buat perpanjangan SIM.

Menurut Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Refdi Andri, Smart SIM juga merekam identitas serta data forensik kepolisian. Ia memastikan data-data tersebut aman lantaran pihaknya telah bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

"Kita harus tahu betul siapa yang kita layani, jadi forensik kepolisian tercatat dan terdatakan dengan lebih baik di server kita. Itu juga aman, tidak bisa dibuka, tidak bisa dilihat dan tidak bisa dibongkar oleh siapa pun, terkunci dengan aman, rapi, dan kuat," katanya beberapa waktu lalu.

Smart SIM ini juga ikut merekam segala pelanggaran yang dilakukan pemegang SIM secara elektronik dan pada sistem Korlantas.

Refdi mengatakan bahwa hal itu dapat dijadikan evaluasi sekaligus menerapkan sistem reward and punishment kepada pengemudi. (Binsasi)