The Irishman, Kisah Sepak Terjang Pembunuh Bayaran New York City di Tahun 70-an

Jumat, 29 November 2019 – 14:00 WIB

Sutradara dan para pemeran utama Film The Irishman (empireonline.com)

Sutradara dan para pemeran utama Film The Irishman (empireonline.com)

JAKARTA, REQnews – Hai gaes, buat kamu pencinta film-film Robert De Niro dan Al Pacino, jangan lewatkan aksi terbaru mereka lewat film ‘The Irishman’, ya! Cuz film ini sudah mulai tayang di Festival Film New York dan Netflix sejak 27 November kemarin lho.

Nah, selain ada dua nama beken itu, film yang disutradarai Martin Scorsese ini juga menampilkan akting Joe Pesci. Bersama Robert De Niro, Al Pacino, ia didapuk sebagai bintang utama.

The Irishman merupakan film yang diadaptasi dari buku "I Heard You Paint Houses" karya Charles Brandt. Buku itu mengisahkan kisah nyata kehidupan Frank Sheeran (diperankan Robert De Niro), seorang pembunuh bayaran di New York City pada 1970-an.

Sebagai penipu dan pembunuh bayaran, Sheeran diketahui bekerja sama dengan beberapa tokoh paling dikenal di abad ke-20. Di sisi lain, kisah ini juga bercerita tentang kejahatan terorganisir di Amerika setelah Perang, di mana terdapat salah satu misteri terbesar yang belum terpecahkan dalam sejarah, yakni hilangnya bos serikat pekerja legendaris Jimmy Hoffa (Al Pacino).

Dari situasi tersebut, film ini juga menawarkan potret kejahatan terorganisir di lingkungan kerja, persaingan serta koneksi ke politik. Bagaimana kejadian itu kemudian dikaitkan dengan hubungan Sheeran, Hoffa dan kelompok mafia the Bufalino Crime Family dengan salah satu anggotanya, Russell Bufalino (Joe Pesci).

Film yang turut didukung aksi sejumlah aktor lainnya seperti Bobby Cannavale, Harvey Keitel, Ray Romano, dan Anna Paquin ini memiliki durasi selama 3 Jam 29 Menit.

‘The Irishman’ sebelumnya tayang perdana di Festival Film New York pada 27 September. Film ini juga sempat ditayangkan di bioskop-bioskop Amerika Serikat mulai 1 November lalu, sebelum akhirnya tersedia di layanan streaming pada 27 November.

Film ini merupakan rilisan pertama Scorsese sejak "Silence" (2016). Semula, Scorsese bersiap untuk membuat film dengan studio lamanya Paramount, tetapi anggaran yang meningkat membuat dia kemudian menjualnya ke Netflix.

Teknologi VFX digunakan dalam produksi film ini untuk membuat Pacino, De Niro, dan Pesci lebih muda. Hal itu membuat film ini dilaporkan mengeluarkan anggaran hingga US$160 juta (Rp2,26 triliun) sekaligus menjadikan proyek film termahal Scorsese sampai saat ini.

(Binsasi)