Golongan Putih Sebagai Bentuk Suara Perlawanan

Kamis, 21 Maret 2019 – 16:34 WIB

Kepada Yth,

Pimpinan Komisi Pemilihan Umum R.I.

di tempat


Dengan hormat,

Golongan putih pada dasarnya adalah bentuk lain dari abstain. Absatain adalah mekanisme yang disediakan dalam setiap instrumen pengambil keputusan dalam demokrasi.Dengan logika berpikir demikian, maka keputusan untuk tidak memberikan suara pada pemilu mendatang dapat dikatakan bukan sebagai suatu bentuk tindak pidana.

Dalam pasal 308 Undang-Undang nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilihan Umum, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) memuat ruang bagi penegak hukum untuk menjerat siapa pun yang dengan sengaja menggunakan kekerasan dan atau menghalangi seseorang yang akan melakukan haknya untuk memilih ,melakukan kegiatan yang menimbulkan gangguan keterlibatan dan ketentraman pelaksanaan pemungutan suara.

Pasal 308 undang-undang pemilu, tidak hanya menyasar pemaksaan untuk memilih atau tidak memilih. Penyelenggara pemilu yang dengan sengaja membuat warga negara tidak memilih pun bisa dipidana. Karena itu, pernyataan kebanyakan pejabat penyelenggara pemilu yang dapat dipidana perlu dipertimbangkan kembali.

Abstain ataupun menentukan pilihan dari yang tersedia merupakan ekspresi partisipasi dalam politik. Pasal 28 UUD RI 1945 dan pasal 23 UUD HAM menjamin akan hal tersebut.Dalam dokumen resmi PBB tentang hak dan partisipasi dalam politik menyebut negara pihak, termasuk Indonesia, menjamin hak kebebasan berpendapat dan berekspresi. Jadi, kalau ada larangan golput,maka dapat dikatakan bahwa larangan tersebut antidemokrasi dan antirule of law.

Pasal 308 Undang-Undang pemilu juga harus dapat dimaknai dengan jelas, bahwa dalam pasal tersebut yang dilarang adalah tindakan pemaksaan untuk memilih atau tidak.Sebab ada hak politik yang dilindungi, termasuk hak untuk tidak memilih, apalagi kalau masyarakat sudah jenuh dengan partai politik. Pasal 25 Konvensi Internasional tentang hak sipil dan politik membicarakan tentang hak dan kebebasan untuk tidak menggunakan hak pilihnya.(*)

FAKSI SEPTIAN MAHARDIKA (MAHASISWA PASCASARJANA UI)

Depok, Jawa Barat

Terima kasih atas komentar

dan masukkannya.

REDAKSI REQNEWS

Graha Pena, Jakarta Selatan

Surat Pembaca

Pembaca dapat mengirimkan materi surat pembaca melalui email: