Faksi Septian Mahargita SH

Faksi Septian Mahargita SH

Praktisi Hukum REQnews

  • Sebelumnya perkenalkan nama saya Wanda saya adalah seorang pegawai BUMN. Jadi waktu itu saya berkunjung ke rumah rekan saya, diruang tamunya ada kepala rusa. Sebagai animal lovers hati saya teriris dan tidak tega melihatnya. Saya sudah mencoba menasihati teman saya ini sebaiknya membeli pajangan lain saja, jangan hewan. Apa yang harus saya lakukan, apakah tindakan teman saya itu melanggar hukum? dengan memajang kepala hewan tersebut apakah bisa dipidana? terimakasih sekali, saya akan sangat senang jika pertanyaan saya berkenan dijawab agar tidak ada lagi satwa yang terancam kelangsungan hidupnya.

  • Selamat Sore,

     

    Kami turut prihatin atas tindakan yang dilakukan oleh rekan ibu Wanda yang memajang kepala hewan rusa. Menindaklanjuti pertanyaan ibu, mengenai bisa atau tidaknya seseorang dipidana dalam kepemilikan pajangan satwa liar? Untuk menjawab pertanyaan ini kami akan menguraikan terlebih dahulu, apa itu satwa liar dan satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

     

    Berdasarkan Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Satwa liar adalah semua binatang yang hidup di darat, air, dan/atau udara yang masih mempunyai sifat liar, baik yang hidup bebas maupun yang diperlihara oleh manusia. Sedangkan berdasarkan Pasal 20 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Satwa dilindungi bisa diartikan satwa dalam bahaya kepunahan dan/atau satwa yang populasinya jarang.

     

    Bahwa setelah mengetahui definisi satwa liar dan satwa dilindungi, dapat dilihat lebih lanjut mengenai dasar hukum daftar satwa dilindungi dalam Keputusan Presiden Nomor 43 Tahun 1978 tentang Mengesahkan “Convention on International Trade In Endangered Species of Wild Fauna and Flora” dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MenLHK/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

     

    Mengenai pajangan kepala rusa yang berada di rumah rekan ibu, termasuk perbuatan yang dilarang berdasarkan pasal 21 ayat (2) huruf d Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, yang bunyinya setiap orang dilarang menyimpan bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut, sebab Rusa termasuk satwa liar yang dilindungi keberadaanya berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MenLHK/Setjen/Kum.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MenLHK/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

    Sekian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

Apakah Anda memiliki Pertanyaan Hukum?