Faksi Septian Mahargita SH

Faksi Septian Mahargita SH

Praktisi Hukum REQnews

  • Saya, Suwignyo mau tanya,

    1. Saudara sepupu saya yang belum menikah meninggal dunia karena kecelakaan beberapa hari yang lalu, padahal dia belum menikah. Masalahnya, orang tua dan kakak nya juga sudah meninggal.

    2. Kami, para sepupunya kebingungan karena saudara saya ini pengusaha sukses yang meninggal harta yang lumayan banyak.

    3. Lalu, siapa yang berhak mewarisi hartanya termasuk perusahaannya? Terima kasih

  • Kami turut berduka cita atas meninggalnya sepupu bapak dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dalam menghadapinya. Terkait pertanyaan bapak mengenai siapa yang berhak mewarisi harta peninggalan sepupu tersebut izinkan kami untuk menjelaskan terlebih dahulu mengenai waris untuk orang yang beragama Islam dan waris untuk orang yang beragama non Islam.

     

    Waris untuk orang yang beragama Islam itu diatur dalam Pasal 171 sampai dengan Pasal 191 Kompilasi Hukum Islam. Dalam Kompilasi Hukum Islam tersebut mengatur mengenai ketentuan umum, ahli waris dan besarnya bagian. Sedangkan Waris untuk orang yang beragama non Islam telah diatur dalam Buku II Kitab Undang -Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) Pasal 830 sampai dengan Pasal 1130.

     

    Terkait ahli waris untuk Orang yang beragama Islam berdasarkan Pasal 174 Kompilasi Hukum Islam terbagi menjadi 2 kelompok diantaranya:

    1. Menurut hubungan darah:
    1. Golongan laki – laki terdiri dari: ayah, anak laki – laki, saudara laki – laki, paman dan kakek;
    2. Golongan perempuan terdiri dari: ibu, anak perempuan, saudara perempuan dari nenek..
    1. Menurut hubungan perkawinan terdiri dari: duda atau janda

     

    Apabila semua ahli waris ada, maka yang berhak mendapat warisan hanya: anak, ayah, ibu, janda atau duda.

     

    Adapun ahli waris untuk Orang yang beragama Non Islam berdasarkan Kitab Undang – Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) yaitu:

    1. Golongan I: Keluarga Kandung atau Istri/Suami yang Hidup Paling Lama dengan Pewaris (Pasal 852 KUHPerdata);
    2. Golongan II: Anggota Keluarga yang termasuk yaitu bapak, ibu atau saudara kandung dari pewaris. Golongan ini bisa mendapatkan bagian jika Golongan I tidak ada (Pasal 854 sampai dengan Pasal 856 KUHPerdata);
    3. Golongan III: golongan ini terdiri dari Kakek dan Nenek dari keluarga bapak atau ibu kandung pewaris. Mereka berhak memperoleh harta waris ketika Golongan II mengesampinkan atau tidak ada (Pasal 853 sampai dengan Pasal 858 KUHPerdata);
    4. Golongan IV: golongan ini terdiri dari keluarga kandung dari orang tua pewaris, semisal paman dan bibi. Golongan IV dapat memperoleh harta warisan ketika Golongan III tidak ada atau mengabaikan. Mengenai tata cara pembagiannya dapat dilihat pada Pasal 858, Pasal 861 dan Pasal 873 KUHPerdata.

     

    Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat

Apakah Anda memiliki Pertanyaan Hukum?