Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Antara Kerja dan Wisata

Jumat, 04 Januari 2019 – 12:43 WIB

Sahala Siahaan

Sahala Siahaan

Sahala Siahaan, SH

JAKARTA, REQnews - Bagi Sahala, boleh jadi tak ada profesi di dunia ini yang paling nikmat selain profesi advokat. Inilah profesi yang membuat seseorang bekerja sekaligu bisa santai menikmati kesenangan-kesenangan pribadi, seperti menikmati kuliner di daerah atau sebuah kota di manca negara. Termasuk mendatangangi tempat-tempat bersejarah di sebuah kota dan negara.

Sahala mengakui, profesi advokat memang profesi yang mengerahkan banyak tenaga dan pikiran yang ekstra. Mereka terbiasa dengan bekerja dari pagi hingga pagi lagi. Terutama ketika menangani perkara-perkara yang berat.

Hal itu, kata Sahala, benar adanya. Tetapi sebagai seorang advokat, dia justru menikmati profesinya. Karena dia bisa bekerja, tetapi sekaligus juga bisa melepas lelah dengan bersantai. Sahala memberi contoh, selama ini jika dia sedang bertugas ke luar kota, dia selalu meluangkan waktu sejenak untuk menikmati waktu santainya, dengan menikmati kuliner, mendatangi tempat-tempat besejarah, atau memanjakan mata menikmati keindahan sebuah kota di Indonesia maupun di manca negara

“Dengan begitu, saya tidak perlu waktu khusus untuk bisa menikmati libura. Di sela-sela pekerjaan ke luar kota pun, saya bisa menikmati alam dan kuliner di sebuah kota di nusantara ini, atau di sebuah negara,” kata Sahala.

Tidak jarang Sahala mengambil libur tambahan satu sampai dua hari, hanya untuk meng-explore keindahan alam daerah yang didatanginya untuk bekerja. “Itulah enaknya jadi lawyer. Bisa bekerja sambil menikmati kuliner dan keindahan sebuah kota,” kata Sahala.

Kalau di kota atau negara lain Sahala bisa menikmati liburan dan kuliner setempat, tetapi tidak demikian jika dia sedang di Jakarta. “Kalau di Jakarta saya malah menonton bisokop sendiri atau bersama teman-teman,” ujar Sahala yang hingga kini belum menemukan tambatan hati.

Hobi traveling membuat Sahala selalu ingin jalan dan jalan terus mengelilingi keindahan Nusantara atau daerah tujuan wisata di manca negara. Biasanya dia menikmati hobinya itu dengan beberapa temanyan.

”Kebetulan saya punya beberapa teman yang memiliki kesukaan yang sama untuk traveling. Kita berangkat berlima atau enam orang, mengunjungi daerah-daerah yang menarik di Indonesia maupun dunia. Biasanya kita lakukan sebelum bulan puasa,” ungkap Sahala.

Menurut Sahala, Indonesia kaya akan budaya dan alam yang indah. Bila ingin menikmati keindahan alam, namun hanya memiliki waktu yang singkat, Sahala merekomendasikan untuk pergi ke Bangka atau Nusa Tenggara Timur (NTT). Bali akan menjadi pilihanya bila ingin berada di keramaian.

Sahala sangat menyukai laut. Karena itu, dia sangat menikmati wisata bahari, menjelajahi pulau-pulau eksotik di Indonesia, terutama di Indonesia Timur. Menurutnya, wisata bahari tidak hanya menikmati pulau-pulaunya yang eksotik, tetapi juga pemandangan bawah lautnya yang menakjubkan. Seperti di Raja Ampat, Bunaken, Derawan, Wakatobi dan daerah lainnya di Indonesia.

Karena itu, Sahala sangat menyayangkan, jika ada orang Indonesia hanya mau berlibur ke luar negeri. “Saya selalu menganjurkan kepada kepada teman-teman saya, sebaiknya jelajahi dulu keindahan Indonesia, baru ke luar negeri. Karena Indonesia malah jauh lebih indah dari destinasi di luar negeri. Terutama wisata baharinya,” papar Sahala.

Kalau pun mengunjungi tempat wisata luar negeri, Sahala lebih memilih kota-kota yang memiliki nilai sejarah tinggi. ”Saya suka negara-negara Eropa yang memiliki nilai sejarah tingg seperti Turki,” ucapnya.

Sahala betul. Turki adalah pusat pertemuan dua peradaban besar, Eropa dan Asia. Tidak heran jika Turki merupakan salah satu destinasi wisata sejarah terpopuler di dunia.

Menurut Sahala Turki merupakan negara transcontinental. Negara ini menjadi unik, karena merupakan lokasi yang strategis di persilangan dua benua. Sehingga budaya Turki merupakan campuran antara budaya Timur dan budaya Barat.

Sahala juga menyukai negara-negara di Amerika Latin. Salah satunya adalah Kuba, negara yang melahirkan Che Guavara, pahlawan Kuba yang menjadi sahabat mantan Presiden Kuba Fiedel Catro. Bagi Sahala, Kuba adalah negara tropis dengan flora-nya yang eksotis.

Meski banyak citra negatifnya, namun bagi Sahala, Kuba merupakan negara yang patut dicontoh. Karena masyarakatnya sangat terbuka dan menerima pendatang dengan baik. “Kuba setahu saya dari informasi teman-teman, masyarakatnya hangat dan heritage-nya juga banyak,” kata Sahala.

Jika berwisata ke luar negeri, Sahala tidak hanya menikmati keindahan alamnya. Tetapi juga budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Hasil pengamatanya tersebut tidak hanya tinggal kenangan, tapi apa yang dianggapnya baik akan ia terapkan pada dirinya.

China misalnya, kata Sahala, memiliki masyarakat yang punya etos kerja sangat bagus. “Orang China itu pekerja keras. Dalam satu hari, orang China mampu bekerja selama 11 jam. Sementara kita orang Indonesia yang bekerja 8 jam saja sudah terasa lelah,” kata Sahala.

Sahala begitu antusias ketika bercerita tentang pariwisata. Menurutnya, banyak sekali tempat wisata di negara-negara luar yang mendunia. Tetapi kalau dibandingkan, menurut Sahala, tempat-tempat tersebut justru tak seindah alam Indonesia.

Karena itu, Sahala sangat menyayangkan kurangnya perhatian dari para kepala daerah terhadap potensi wisata yang mereka miliki. “Di Indonesia paling hanya 10 persen kepala daerah yang mampu dan dapat mengembangkan daerahnya pada sektor pariwisata. Padahal, potensinya luar biasa,” kata Sahala.

Dengan kekayaan alam yang melimpah, kata Sahala, Indonesia bisa mendatangkan banyak wisatawan dari mancanegara. Sehingga tidak hanya Indonesia dikenal ke manca negara, tetapi secara ekonomi juga sangat menjanjikan. Karena dapat mendatangkan devisa bagi negara dan kehidupan ekonomi masyarakat di daerah tujuan wisata. Selain itu, daerah tersebut juga akan berkembang.

Boleh jadi, karena hobi jalan-jalannya itu, membuat Sahala tahu betul seluk beluk pariwisata di Indonesia maupun dunia. Dan selamanya, Sahala akan tetap dengan hobinya, traveling. Menikmati ke-kesotisan alam Indonesia dan negara-negara di dunia. Inilah salah satu hobi yang dapat dilakukannya saat sedang menjalani tugas profesinya sebagaiseorang advokat. Dan hobi lainnya adalah berenang di laut. Renang, selain bisa melakukan rileksasi, juga dapat menyehtkan badan, terutama stamina dan kesehatan jantungnya. (nls)